Wali Kota Minta PKA Tetap digelar di Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Kota Banda Aceh meminta kepada Pemprov Aceh agar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) tetap digelar di Banda Aceh.

Permintaan ini disampaikan Asisten Pemerintahan Setdakota Banda Aceh, Bachtiar S Sos, Selasa (11/9/2018) saat mewakili Wali Kota pada acara pembubaran panitia PKA 7 di pantai Lampuuk, Aceh Besar.

“Saya menyampaikan pesan dari Pak Wali Kota, Pemko mendukung sepenuhnya event PKA dan beliau meminta PKA tetap digelar di Banda Aceh,” ujar Bachtiar menyampaikan pesan Wali Kota yang tidak bisa hadir pada acara tersebut.

Bachtiar mengungkapkan sejumlah alasan kenapa PKA harus digelar di Banda Aceh. Katanya, Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan refresentatif untuk menunjang suksesnya event PKA kedepan .

“Banda Aceh memiliki fasilitas dan sarana lengkap. Untuk menampung tamu dari luar, Banda Aceh memiliki sarana penginapan, seperti hotel berbintang, wisma dan home stay. Jumlah penginapan ini mampu menampung tamu PKA dari berbagai daerah dan manca Negara,” kata Bachtiar.

Kemudian, lanjutnya, masyarakat kota juga sangat antusias terhadap event budaya tersebut dan selalu bersikap terbuka terhadap tamu yang datang. Banda Aceh juga mudah di akses oleh seluruh peserta PKA dari berbagai daerah di Bumi Serambi Mekkah. Alasan lain, menggelar PKA di Banda Aceh akan menghemat biaya karena tidak perlu membangun lokasi baru seperti anjungan dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Masyarakat kita juga sangat antusias, mereka bisa menerima tamu dari manapun dan selalu berpegang pada petuah Aceh, peumulia jamee adat geutanyo,” tambah Bachtiar.

Permintaan dari Pemko banda Aceh mendapat respon positif dari Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin. Katanya, PKA 7 yang digelar dibeberapa lokasi di Banda Aceh telah berjalan sukses. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan dari berbagai stakeholder, terutama masyarakat dan Pemko Banda Aceh selaku tuan rumah.

“Memang harus kita akui masih terdapat kekurangan disana sini, dan itu akan kita evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan PKA 8 kedepan. Dan Insyaallah, kita akan mengusulkan perluasan lokasi Taman Ratu Safiatuddin dengan dengan anggaran ke APBA dalam rangka mendukung tersedianya sarana perparkiran, kuliner dan sarana pendukung lainnya,” tambah Amiruddin.

Kata Amiruddin, event PKA ke 8 akan digelar lebih meriah dengan menambah peserta dari luar negeri. Pada PKA 7, peserta dari Negara Asean ikut berpartisipasi seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Ikut juga dari Tatarstan. Selain untuk melestarikan kebudayaan Aceh, PKA juga menjadi ajang untuk mendukung sektor wisata. (mkk)

Link SKPD
Search
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo