Walikota Terima Austrian Embassy Jakarta

Banda Aceh-Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M. Eng, Sc menerima kunjungan dari Sekretaris Utama Kedutaan Besar Austria Jakarta Thomas Zehetner di ruang kerja Walikota Kamis (29/8). Dalam Kunjungan singkat itu Thomas hanya mewawancarai Walikota seputar penegakan syariat islam, soal ekspolari minyak di perairan Aceh dan beberapa hal lainnya.

Mawardy mengatakan penegakan syariat islam di kota Banda Aceh berjalan baik walaupun belum sempurna. Dijelaskan penerapan syariat Islam di Banda Aceh langsung dikawal oleh masyarakat dan didukung adanya aparat penegak syariat seperti WH dan MPU. Lebih lanjut Walikota mengatakan di periode ke dua kepemimpinannya akan memfokuskan visi pada menjadikan Kota Banda Aceh sebagai Model Kota Madani. Katanya lagi tahun lalu Pemko Banda Aceh telah menjalin kerjasama dengan Austria terkait penerapan e-government.

Menurut Mawardy Austria telah menjadi salah satu negara terdepan di Eropa yang memiliki kualitas dalam sistem ini. Sistem berbasis teknologi informasi tersebut menjadikan pemerintah Austria dapat secara luas memberikan fasilitas pelayanan yang profesional bagi masyarakat.

Thomas mengaku sangat antusias atas penjelasan walikota dan Pada kesempatan itu Thomas juga menanyakan kepada Walikota perihal ketiadaan bioskop di Kota Banda Aceh dengan membandingkan dengan kota berkembang lainnya di indonesia yang sudah memiliki bioskop sebagai sarana hiburan dan menjadi income bagi PAD Kota Banda Aceh.

Atas pertanyaan itu Mawardy mengatakan untuk mendirikan sebuah bioskop di Kota bersyariat islam harus berkonsultasi dengan berbagai elemen masyarakat melibatkan MPU. Dirinya mengatakan telah mengajukan berbagai alternatif jika positif dibangun biokop. Alternatif menurut mawardy adalah dengan menempatkan kamera CCTV dan kamera infrared diruang biskop. “Lahan atau space untuk pembangunan Bioskop telah ada namun terganjal proses format operasional dan proses of buying saja,” ungkap Mawardy. (TRZ)


Update: 29-08-2013
Link SKPD
Search
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo