Wujudkan Wisata Halal, 60 Pengusaha Restoran, Rumah Makan dan Kedai Kopi Ikuti Sosialisai Peningkatan Kapasitas

Banda Aceh – Sebanyak 60 orang pengusaha restoran hotel, rumah makan, café dan kedai kopi di Banda Aceh mengikuti sosialisasi peningkatan kapasitas di Hotel Rasamala Indah, Seutui Banda Aceh. Kegiatan ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh.

Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Bidang Pembinaan dan pengawasan Disbudpar Kota Banda Aceh, Zainal Arifin S Sos yang dalam laporannya menyampaikan sosialisasi digelar bertujuan untuk membangun hubungan silaturrahmi diantara pelaku usaha kuliner, baik restoran hotel maupun kedai kopi dan rumah makan yang merupakan ujung tombak dalam pembangunan dalam membangun dan mewujudkan kuliner halal dengan pemerintah kota Banda Aceh.

Katanya, sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama pengusaha kuliner tentang Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor.17/2016 tentang wisata hahal.

“Banda Aceh dan Aceh telah ditetapkan sebagai destinasi wisata halal. Karenanya partisipasi masyarakat sangat penting untuk terwujudnya destinasi halal dan sertifikasi halal di Kota Banda Aceh,” tambah Zainal.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang pimpinan restoran hotel, pengusaha rumah makan dan café serta serta 40 orang pengusaha kedai kopi.

Sosialisasi yang mengusung tema ‘Dengan Sosialisasi, Kita Percepat Terwujudnya Sertifikasi Halal Bagi Pengusaha Restoran, Rumah Makan, Café dan Kedai Kopi Menuju Wisata Halal Kota Banda Aceh’ menghadirkan sejumlah pemateri, yakni dari unsur Disbudpar Aceh, Asisten Pemerintah Setdakota Banda Aceh Bachtiar S Sos, Unsur MPU/LPP POM MPU Aceh dan DR Saifullah dari Unsyiah.

Illiza: Jaminan Dunia Halal Sudah Menjadi Kebutuhan Dunia

Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE dalam arahannya mengatakan wisata dan sertifikasi halal dewasa ini merupakan kebutuhan dunia. Wisata tidak bisa dipisahkan dengan kuliner, dan kuliner yang halal bisa dinikmati oleh semua agama.

“Artinya, bisnis kita bisa lebih besar ketika wisata kita dan kulinernya benar-benar bisa dipastikan halal dan bersertifikasi,” ujar Illiza.

Bahkan, lanjut Illiza, Negara-negara maju yang penduduknya minoritas muslim juga sudah menerapkan wisata halal karena mereka tahu wisata merupakan bisnis besar dan penyumbang devisa Negara.

“Mereka saja yang bukan Negara Islam sudah mulai menerapkan wisata halal. Apalagi kita Negeri yang bersyari’at, sudah seharusnya kita menangkap peluang ini,” tambah Illiza.

Dalam kesempatan itu, Illiza berbagi cerita saat menjamu makan penyanyi hip-hop Islami dari Amerika di kediamnannya. Illiza melihat mereka menyantap makanan dengan lahapnya.

“Katanya mereka lahap makannya karena sudah tahu semua makanan pasti halal. Bahkan Saya tidak bisa makan selahap ini di Negara saya karena tidak semua makanan disana halal,” ujar Illiza menirukan penjelasan salah-satu penyayi Hip-Hop Amerika yang pernah dijamu di kediamannya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza mengajak semua pelaku usaha agar benar-benar membangun komitmen untuk menyajikan makanan halal sehingga semua wisatawan yang datang ke Banda Aceh benar-benar nyaman dengan wisata halal yang disuguhkan.

“Yang pentin komitmen, mari kita hijjrah dan perbaiki serta menyempurnakan sesuai standar kehalalan sehingga kita memberikan kenyamanan kepada wisatawan,” ajak Illiza. (mkk)

Link SKPD
Search
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo