Alumni SMA Muhammadiyah dan Pemko Banda Aceh Gelar Sosialisasi Wisata Halal

Banda Aceh - Keluarga Besar Alumni SMA Muhammadiyah Banda Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Wisata Halal di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (15/4/2017). Acara ini diikuti oleh ratusan alumni SMA Muhammadiyah lintas generasi lulusan 1981-2009.

Sebagai pemateri utama, pihak panitia menghadirkan Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Banda Aceh Bachtiar. Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Banda Aceh Zainal Arifin didapuk menjadi moderator pada acara yang dirangkai dengan Mubes perdana Alumni SMA Muhammadiyah Banda Aceh.

Ketua Umum Alumni SMA Muhammadiyah Banda Aceh Nasir Nurdin menyebutkan pihaknya mengapresiasi Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal yang selama ini telah berjuang keras mewujudkan kemadanian di Ibukota Provinsi Aceh. “Sosialisasi wisata halal ini merupakan salah satu bentuk dukungan kita terhadap program pemerintah.”

Menurutnya, wisata halal saat ini sedang digalakkan di banyak negara mengingat semakin bertambahnya populasi penduduk muslim dunia. “Hal ini tentu berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan produk dan layanan/jasa halal, termasuk wisata halal. Dan kita yang tinggal di daerah bersyariat tidak boleh tertinggal. Maka kami menilai sosialisasi wisata halal penting untuk kita lakukan.”

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Banda Aceh yang telah memfasilitasi kegiatan mereka. “Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal kerja sama yang baik antara kedua belah pihak. Selain sosialisasi wisata halal, kami juga akan membentuk pengurus lengkap Keluarga Besar Alumni SMA Muhammadiyah Banda Aceh periode 2017-2021.”

 Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka acara, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal turut mengapresiasi inisiatif dari alumni SMA Muhammadiyah untuk bekerjasama dengan pihaknya terkait sosialisasi wisata halal. “Semenjak pencanangan Visit Banda Aceh 2011, wisatawan dari manca negara naik secara signifikan.”

“Dan hari ini di seluruh dunia sedang membenahi konsep wisatanya dengan merambah pariwisata halal karena populasi muslim yang terus bertambah. Untuk itu, jangan sampai di daerah kita yang menerapkan Syariat Islam tetapi sulit bagi wisatawan untuk mendapatkan sesuatu yang halal.”

Menurutnya, industri wisata halal di sejumlah negara terus berkembang, mulai dari perhotelan hingga produk makanan halal. “Nah jangan sampai kita di sini malah ketinggalan. Saat ini kita sedang berjuang agar industri wisata halal dapat hadir dan tumbuh di Banda Aceh,” pesan Illiza seraya meminta segenap alumni SMA Muhammadiyah Banda Aceh untuk ikut berdakwah mengenai wisata halal kepada seluruh masyarakat dan juga pihak terkait lainnya. (Jun)