Dituding Menghambat Ekspresi Warga, Ini Jawaban Illiza

Banda Aceh – Suasana pergantian tahun di Kota Banda Aceh terlihat sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia dan belahan dunia lainnya. Tidak ada kembang api, trompet dan pesta yang dilakukan warga Banda Aceh saat menyambut tahun baru 2015.

Kondisi ini tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi dan seruan yang dikeluarkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang isinya melarang warga muslim di Banda Aceh merayakan tahun baru dalam bentuk kegiatan apapun. Hasilnya, tidak ada terompet dan kembang api serta tidak konsentrasi massa di Banda Aceh jelang detik-detik pergantian tahun.

Kondisi ini menaui beragam komentar dari masyarakat, namun ada juga yang mengkritik dengan dalih seruan tersebut menghambat warga dalam berekspresi.

Menjawab kritikan tersebut, Wali Kota Banda Aceh mengatakan setiap kebijakan pastinya menuai pro dan kontra. Namun, yang perlu digaris bawahi  adalah seruan ini tujuannya khusus untuk umat Islam di Banda Aceh.

“Kalaupun ada hari ini yang marah adalah mereka yang belum paham. Tapi saya yakin suatu hari nati mereka akan bersyukur kepada Allah SWT” ujar Illiza yang saat itu didampingi Kapolresta Banda Aceh, Kombespol Zulkifli.

Terkait dengan kritikan di sejumlah media sosial, Illiza mengaku tidak masalah sejauh yang dia jalankan bersama jajarannya adalah untuk kepentingan bersama.

“Apa yang kita lakukan selama hidup ini akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Tugas saya adalah menyampaikan yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil, yang boleh dan yang tidak” tutp Illiza. (Mkk)


Update: 01-01-2015


SHARE: