Drs Ridha MM, Plt Kadisbudpar Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE secara resmi mengumumkan pemberhentian Fadhil SSos MM dari jabatan Kadisbudpar. Hal itu diumumkan Illiza pada acara jumpa pers di ruang rapat wali kota, Jumat (18/9/2015).

Pemberhentian Fadhil tak lepas dari kontroversi penampilan tarian India yang dinilai banyak pihak menjurus erotis, dan tidak sesuai dengan semangat penerapan syariat Islam. Tarian itu ditampilkan pada malam pembukaan Piasan Seni Banda Aceh 2015, Senin (14/9) lalu.

Di hadapan para wartawan, Illiza menyatakan setiap kegiatan termasuk pentas seni dan budaya yang digelar di Banda Aceh tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam. “Jangan paradoks terhadap syariat Islam dan merusak misi dakwah kita mewujudkan Banda Aceh sebagai Model Kota Madani.

Dalam ToR kegiatan yang digelar oleh Disbudpar Kota Banda Aceh itu, memang disebutkan tarian tersebut untuk merefleksikan sejarah hubungan kedekatan Aceh dengan India. “Namun erotisme bukan hal yang lumrah dan biasa bagi warga kita,” kata Illiza.

Terkait peran Event Organizer (EO) para acara dimaksud, wali kota menjelaskan EO hanya sebagai pendukung penyelenggara yakni pihak Disbudpar. “Pihak luar tidak bisa kita salahkan. Untuk itu kita bersikap tegas kepada Kadisbudpar selaku penanggung jawab tertinggi acara,” katanya.

Illiza juga mengharapkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat. “Menjalankan amanah itu tidak boleh main-main, jangan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga,” tegas Illiza.

Pemberhentian Fadhil dari jabatan Kadisbudpar, sambung wali kota, sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sebagai pengganti, Illiza telah menunjuk seorang Plt Kadisbudpar yakni Drs Ridha MM yang saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota bidang Keistimewaan Kemasyarakatan dan SDM.

“Untuk Pak Fadhil, nanti tetap kita beri peluang (posisi jabatan) kepada beliau namun tidak pada Disbudpar. Sekarang kita tempatkan dulu di sekretariat daerah, istilahnya dibangkupanjangkan sementara,” kata wali kota seraya menambahkan Kadisbudpar definitif akan dipilih melalui proses seleksi pejabat sebagaimana diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

Illiza akan Shalat Ied di New York

Pada kesempatan itu, Wali Kota Illiza juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H lebih awal kepada rekan-rekan wartawan, karena ia tak bisa berlebaran di Banda Aceh.

Pasalnya ia akan menghadiri ‎The Global Taskforce of Local Governments sebagai bagian dari The UN Sustainable Development Summit di New York, Amerika Serikat, pada 25-27 September mendatang.

“Saya menghadiri undangan dari UCLG yang berkedudukan di Barcelona, untuk mewakili wali kota se-Asia Fasifik pada forum tersebut. Jadi pas lebaran, saya di New York. Rencananya juga kita akan Shalat Ied bersama Pak JK dan warga muslim Indonesia lainnya di New York,” kata Illiza.

Ia menambahkan, selum bertolak ke New York, ‎dirinya akan terlebih dahulu mengikuti Simposium Nasional Detiknas mengenai Teknologi Tepat Guna (TTG) di Jakarta.

Sementara itu, dalam rangka Hari Raya Idul Adha tahun ini, Pemko Banda Aceh ikut mendistribusikan daging meugang ke gampong-gampong. “Alhamdulliah, sampai hari ini sudah terkumpul 80 ekor Sapi dan ada juga Kambing. Sebagiannya nanti akan dikelola langsung oleh SKPD-SKPD,” sebut Illiza.

Di kesempatan yang sama, wali kota juga mengumumkan cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1436 H bagi para pegawai di lingkup Pemko Banda Aceh‎. “Cuti bersama kita tetapkan Kamis hingga Jumat (24-25/9), dan hari kerja pengganti pada Sabtu 3 Oktober 2015,” katanya mengakhiri pertemuan dengan insan pers.

Turut mendampingi wali kota pada pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu antara lain Sekdako Ir Bahagia Dipl SE, Asisten Adminstrasi Umum M Nurdin SSos serta Kabag Humas Setdako Banda Aceh Drs Marwan. (Jun)

Link SKPD
Search
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo