Hj Nurmiati Dukung Percepatan Transpormasi Digital bagi Pelaku UMKM

Banda Aceh – Senin, 16 November 2020, tepatnya di Aula Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh Hj Nurmiati beserta pengurusnya kembali mengikuti lanjutan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda se-Aceh.

Acara berlangsung secara virtual dibuka oleh Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati diikuti seluruh pengurus Dekranasda se-Aceh serta menghadirkan beberapa pemateri lainnya.

Rakerda Dekranasda se-Aceh bertemakan “Sisi Positif Pandemi Covid-19: Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan di Daerah”. Sejalan dengan itu, Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh Nurmiati, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Para pelaku UMKM diharuskan melakukan adaptasi bisnis dan harus adanya inovasi produk yang menyesuaikan dengan permintaan pasar saat ini. Kami sebagai pengurus Dekranasda kota siap membantu para UMKM yang ada di Kota Banda Aceh,” jelasnya.

Menurut Nurmiati, tujuan adanya digitalisasi dalam UMKM yaitu tak sekadar mengalihkan UMKM offline menjadi online, tetapi juga menjadi motor penggerak para pengrajin untuk bertahan di era digitalisasi dan dapat menembus pasar lokal maupun internasional.

Nurmiati menjelaskan, sektor UMKM akan diupayakan kembali bergeliat melalui digitalisasi. Dengan begitu, roda perekonomian daerah, khususnya para pelaku UMKM diharapkan ikut semakin bergerak dan lebih modern.

“Kami Dekranasda Kota mendorong agar UMKM dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan usahanya. Ini harus menjadi momen perubahan mindset bahwa digitalisasi merupakan cara memajukan UMKM,”ungkapnya.

Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati saat membuka acara menyampaikan acara rakerda tahun ini dilaksanakan di Provinsi, dikarenakan wabah Covid 19. Namun dia berharap, semangat pengurus Dekranasda di seluruh Aceh dalam mengikuti rakerda tidak surut.

“Tentunya kita berharap semangat pengurus untuk mewujudkan tujuan dari Dekranasda Aceh untuk memakmurkan pengrajin dan melestarikan budaya Aceh,”harapnya Dyah.

Kata Dyah, tema rakerda tahun ini mengandung makna bahwa setiap masalah yang terjadi dapat diambil sisi positif dan mengambil peluang yang muncul seperti menggunakan teknologi digital. Dengan munculnya teknologi, tentunya sangat membantu dalam adaptasi kebiasaan baru.

“Pengurus Dekranasda Aceh bisa mempelajari sisi teknik dan era digitalisasi. Saya mengajak semua pengurus Dekranasda untuk mendukung progam pemerintah untuk mencintai produk Indonesia dan memberikan peluang bagi pengrajin lokal dalam mengembangkan bisnisnya,”jelasnya. (Mer)


SHARE: