Illiza Buka Seminar Prophetic Parenting

Banda Aceh – Yayasan Anak Jenius Aceh (YAJA) menggelar seminar nasional Prophetic Parenting “Cara Nabi Mendidik Anak” di Hermes Palace Hotel, Minggu (22/3/2015).

Seminar motivasi ini menghadirkan tiga pembicara utama yakni M Apud Kusaeri selaku Direktur TRUSTCO Jakarta, H Saifunsyah Pendiri YAJA dan Buyung Ristyono Pimpinan Trust Manajemen Indonesia.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE saat membuka acara yang diikuti oleh mayoritas kaum ibu dan mahasiswi tersebut menyampaikan, anak merupakan amanah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

“Dalam Al-Quran disebutkan yang bertugas mendidik anak itu adalah ayah. Hasil survei menyebutkan, kebanyakan anak-anak yang berakhir di penjara karena tidak dapat mendapat kasih sayang dari seorang ayah,” katanya.

Periode usia 0-6 tahun, sebut Illiza, anak membutuh kasih sayang sepenuhnya dari kedua orangtua. “Tanpa cubitan, pukulan dan bentakan, sehingga ia nanti bisa mentransfer kasih sayangnya kepada orang lain.”

Jika ingin dan mampu menyekolahkan anak hingga ke luar negeri, Illiza berpesan agar memilih ke negeri Arab atau Timur Tengah terlebih dahulu, agar pegangan agamanya mantap. “Baru setelah itu ke negara-negara lain.”

“Namun satu yang jangan lupa kita sampaikan kepada anak-anak kita, perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid. Banyak orang kuat maupun orang pandai yang telah berpergian kemana-kemana tapi masih berta melangkahkan kakinya ke Masjid.”

Pada kesempatan itu, Wali Kota Illiza juga sempat menjajal senjata Panah sebagai salah satu materi dalam seminar itu. Sebelumnya, Illiza telah mendapat latihan singkat dari instruktur.

Walau berhasil melesakkan anak panah dari busurnya, namun sayang bidikannya belum tepat sasaran.“Keahlian atau olahraga memanah itu menuntut kosentrasi dan fokus,” sebut Illiza saat ditanya kesannya setelah memanah untuk pertama kali tersebut.

Sebelumnya, H Saifunsyah selaku pendiri YAJA dalam sambutannya mengatakan wali kota tak bisa merubah apapun di kota ini tanpa partisipasi semua pihak. “Untuk itu, mimpi YAJA ke depan ingin membentuk Prophetic Education Center yang terdiri dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga Universitas,” katanya.

“Problema utama anak-anak kita sekarang adalah Narkoba. Dari 100 anak, 60 di antaranya sudah terjerat Narkoba. Ini perlu menjadi perhartian kita semua. Salah satu hadis nabi menyebutkan ‘ajari anakmu berenang, berkuda dan memanah’. Tentu itu ada faedahnya, dan kali ini pendekatan mendidik anak yang kami gunakan adalah dengan memanah,” ujarnya. (Jun)

 

Link SKPD
Search
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo