WALIKOTA MINTA KOMITMEN PENGUSAHA HOTEL TERKAIT PENEGAKAN SYARIAT ISLAM
Banda Aceh – Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE A MM bersama Wakil Walikota Drs H Zainal Arifin, Sekdakota Banda Aceh Ir Bahagia DiplSE dan seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkompimda) Banda Aceh melakukan pertemuan dengan para pengusaha hotel yang beroperasi di wilayah Banda Aceh. Pertemuan ini digelar di Aula Lantai IV, Gedung A Balaikota Banda Aceh, Jum’at (27/10/2017). Aminullah Usman menyampaikan, pertemuan dilakukan selain sebagai ajang silaturrahmi, juga untuk melakukan diskusi dan sosialisasi terkait komitmen penegakan syariat Islam di Banda Aceh, terutama dari pihak pengusaha Hotel. Menurut Aminullah, para pengusaha hotel di Banda Aceh harus menghargai kearifan lokal (local wisdom) dan penegakan syariat Islam merupakan amanah undang-undang yang harus dipatuhi bersama. “Hotel memiliki peran penting dalam program wisata Islami yang sedang digalakkan oleh Pemko Banda Aceh, namun dalam operasionalnya harus mampu menyesuaikan diri dengan visi misi Pemko dengan tidak melakukan pelanggaran syariat Islam,” tegas Aminullah. Dalam kesempatan tersebut, Aminullah juga menyampaikan akan melakukan langkah-langkah tegas dalam melakukan penindakan ketika mendapati hotel yang melakukan pelanggaran, mulai dari teguran, penghentian operasional hingga mencabut izin usaha. “Hari ini Saya minta komitmen dari para pengusaha hotel terkait penegakan syariat Islam. Karena soal penegakan syariat di Banda Aceh tidak bisa ditawar-tawar,” ujar Aminullah. Sementara itu, Kapolresta Kombes Pol T Saladin menyampaikan ketika berbicara soal operasional hotel, maka akan identik dengan hiburan, wanita nakal, pria hidung belang hingga miras. Namun untuk Aceh dan Banda Aceh, kesan itu harus dihapuskan dalam pemikiran para tamu karena Aceh memiliki kewenangan sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam. “Hotel di Banda Aceh harus beda dengan daerah lain. Imej kita sebagai daerah syariat Islam harus tersosialisasi dengan baik kepada para tamu dari luar,” pinta Kombes Pol Saladin. Bahkan, kata Kapolresta, hotel juga memiliki peran dalam penegakan syariat Islam melalui promosi dan iklannya. “Tampilkan saja di iklan bahwa hotel anda tidak menyediakan miras, tidak ada diskotik dan lainnya. Sampaikan pada mereka karena wilayah kita menerapkan syariat Islam. Saya yakin tidak ada hotel bangkrut tanpa wanita nakal, tanpa miras dan tanpa pria hidung belang,” ujar Saladin. Senada Walikota dan Kapolresta, Ketua DPRK mengatakan pihak pengusaha hotel harus menjalin komunikasi intens dengan Pemerintah Kota agar dapat menyesuaikan diri dengan program Pemko. Katanya, sektor wisata akan jadi sektor prioritas Banda Aceh kedepan dan tentunya hotel akan mendapatkan banyak keuntungan dari wisatan yang masuk ke Banda Aceh. Karenanya, sistem operasional hotel harus beriringan dengan visi misi yang diusung Pemerintahan Amin-Zainal, yakni Banda Aceh Gemilang Dalam Bingkai Syariat. (mkk)
Link SKPD
Search
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo