Illiza Ungkap Sejumlah Keberhasilan Pada Sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Plh Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE mengungkapkan sederet prestasi yang telah diraih Kota Banda Aceh selama dirinya memimpin bersama Almarhum Mawardy Nurdin. Hal ini disampaikan dalam sambutan resminya didepan anggota DPRK saat sidang Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh dengan agenda memperingati HUT Kota Banda Aceh yang ke 809, Selasa (21/4/14) di gedung DPRK, Banda Aceh.

Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRK Yudi Kurnia SE, Illiza mengatakan diawal kepemimpinannya bersama Mawardy, pada 2007 hingga 2012, Pemerintah Kota Banda Aceh telah membenahi sisi birokrasi yang sebelumnya tidak berjalan optimal. Kerja sama Pemerintah Kota Banda Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh juga semakin terasa lebih baik pada periode 2009-2014. Pada masa-masa ini, Pemerintah Kota Banda Aceh mendapatkan sejumlah penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Alhamdulillah tidak kurang dari 40 penghargaan yang kita raih sejak 2007 lalu, antara lain, Piala Citra Pelayanan Prima, Investment Award, Innovative Government Award, Predikat Wajar Tanpa Pengecualian 5 kali berturut-turut dari BPK, 4 kali meraih Piala Adipura, Penghargaan LAKIP tepat waktu dan Piala Wahana Tata Nugraha” ungkap Illiza.

Keberhasilan ini, lanjut Illiza, tidak terlepas dari keberhasilan menanamkan pemahaman ‘Kerja keras, kerja cerdas yang penuh keikhlasan adalah kunci dari keberhasilan yang dicapai’ kepada seluruh pegawai di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dibidang penerpan Syariat Islam, penerus estafet Mawardy Nurdin ini memaparkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh mencoba membangun sebuah konsep kota yang madani, kota yang tidak hanya menawarkan kemuliaan hidup di dunia, namun juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat untuk menjalankan syariat Islam dengan nyaman. Tempat generasi muda Islam bersemi dan mengembangkan diri, sehingga kelak mereka akan menjadi pembawa perubahan, tidak hanya bagi Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan, namun juga menjadi generasi yang mengawal perubahan negeri ini menjadi lebih baik.

“Memang hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Syariat Islam adalah sesuatu yang harus kita perjuangkan bersama-sama. Saat ini, kita berhadapan dengan musuh yang tak tampak. Tayangan televisi, internet dan pergaulan bebas, menawarkan sesuatu yang lebih menarik bagi mereka yang tidak mengetahui dampak buruknya. Sudah selayaknya kita memberi teladan kepada masyarakat. Dengan kekuatan amanah yang diberikan Allah SWT, kita harus mampu melindungi seluruh masyarakat dari kehancuran terselubung. Kehancuran yang datang lewat dekadensi moral” ujar Illiza.

“Salah satu metode yang kami laksanakan adalah dengan dakwah, Sejak tahun lalu, Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh telah menjalankan program Dakwah Umum Jumatan di Taman Sari. Kami sengaja mengundang para dai dari berbagai daerah untuk lebih menarik minat masyarakat datang dan mendengarkan ceramah” sambungnya.

Selain itu, tambah Illiza, Pemko juga telah membuat program branding kota madani di media cetak dan elektronik, publikasi dan penyebarluasan informasi tentang syariat islam melalui tabloid Banda Aceh Madani, tabloid Warta Banda Aceh, Buletin Iqra dan dakwah oleh da’i perkotaan di gampong-gampong serta pembentukan dan penguatan lembaga dakwah sekolah dengan program andalan One Day One Juz (ODOJ).

Ada beberapa keberjasilan bidang lain juga yang disampaikan Illiza pada sidang Istimewa ini, diantaranya bidang tata kelola pemerintahan dengan yang mengedepankan sisi reformasi birokrasi, keberhasilan bidang kesehatan, pelayanan publik, penertiban kota dan lainnya.

Turut hadir pada sidang Istimewa paripurna ini, Sekda Kota Banda Aceh Drs T Saifuddin TA, Muspida Plus Kota Banda Aceh, para Kepala SKPD dan tamu dari Malaysia Syeikh DR Ismail bin Haji Kasim.(Mkk)


SHARE: