Tiga Prioritas Utama Konsep Smart City di Banda Aceh

Jakarta – Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE, Senin (30/3/2015), menghadiri seminar On Implementing Smart City Solutions di Gedung Price Waterhouse Coopers (PWC) Indonesia, di Jakarta.

Workshop ini terselenggara berkat kerjasama Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan PWC, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan.

Selain Illiza, seminar ini juga diikuti oleh Wali Kota Medan, Jambi, Tanjung Pinang, Bangka Tengah, Tebing Tinggi, Padang, Binjai, Palembang, Sabang, Peukan Baru, dan Pangkal Pinang.

Dalam sesi Diskusi, Illiza menyampaikan tiga prioritas utama konsep Smart City di Kota Banda Aceh. “Prioritas kita kebudayaan dan pariwisata, kelembagaan serta infrastruktur,” ungkap Illiza.

Dalam sesi diskusi, Illiza juga menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi Banda Aceh dalam mempersiapkan Banda Aceh sebagai kota pintar.

Sementara itu, pemateri dari PWC, Malcom Foo, memaparkan latar belakang mendorong kota-kota di Indonesia menjadi Smart City. Katanya, pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2030 nanti akan menembus peringkat 5 terbanyak di dunia.

Dengan program smart city, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 samapi 9 persen agar mampu menciptakan kesempatan kerja dan perekonomian masyarakatnya. “Saat ini Indonesia berada jauh dari harapan tersebut,” ujarnya.

Hal lain yang ingin didorong, katanya, adalah perkembangan teknologi yang sudah menjadi tuntutan zaman, sehingga masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Selanjutnya adalah soal  urbanisasi yang terakselerasi.

Dan yang terakhir perubahan iklim, kota-kota diharapkan memiliki kesiapan menghadapi bencana-bencana yang akan terjadi akibat perubahan iklim. (Mkk)


SHARE: