Buka Musrenbang Jaya Baru, Illiza Minta Perempuan Lebih Proaktif

 

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Jaya Baru di aula kantor camat setempat, Selasa (17/2/2015).

Wali Kota Illiza dalam sambutannya mengatakan, apapun kegiatan yang akan dilakukan harus dimulai dengan perencanaan yang baik. “Yang tak kalah penting adalah niat yang baik pula. Jika kedua unsur tersebut terpenuhi, maka insyaallah hasil yang ingin dicapai akan baik pula.”

Musrenbang merupakan kewajiban pemerintah untuk menentukan arah pembangunan. “Tanpa perencanaan pembangunan yang matang, kita tidak dapat menentukan skala prioritas. Anggaran kita juga terbatas. Tentukan apa-apa saja kebutuhan mendesak, dan hasil Musrenbang ini juga kita publish di website Pemko Banda Aceh,” katanya.

Semakin hari, kata wali kota, pelimpahan wewenang pemerintahan termasuk anggaran semakin besar diberikan ke tingkat gampong. “Kepercayaan ini harus mampu dijaga oleh Keuchik dengan pengelolaan yang baik.”

Kepada para peserta Musrenbang, Illiza meminta agar sungguh-sungguh mengikuti Musrenbang ini. “Tidak semua masyarakat bisa hadir di sini, dan kita semua mewakili kepentingan mereka.

Sementara pihaknya akan terus berusaha memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, dan mengimplementasikan masukan-masukan dari masyarakat.

Saat ini, Pemko Banda Aceh sudah memilik data base kemiskinan by name, by address, by GPS dan by donation. “Semua bisa dilihat di internet, termasuk donasi yang diberikan hingga jumlah pengangguran. Pak Keuchik tolong data-data ini selalu diupdate,” pinta Illiza.

Illiza juga meminta kaum perempuan untuk lebih berperan dalam pembangunan. Hal ini katanya telah mulai dilakukan dengan Musyawarah Rencana Aksi Kaum Perempuan  (Musrena) yang diselenggarakan oleh 18 Balee Inong di Banda Aceh

Wali kota menambahkan, saat ini harus ada perhatian khusus dari dan untuk perempuan. Tidak mungkin suatu gampong bisa menjadi baik jika para perempuannya tidak mempunyai ilmu.

 “Perempuan harus terlibat dalam perencanaan pembangunan karena hasilnya juga akan dinikmati oleh kaum perempuan sendiri. Mudah-mudahan Musrenbang ini bisa menghasilkan perencanaan yang baik bagi Jaya Baru,” tutup Illiza.

Camat Jaya Baru, Wahyudi SSTP, melaporkan, sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan ini, pihaknya telah menyelesaikan Musrenbang tingkat gampong

Dari dana ADG Rp 200 juta per gampong, katanya, Rp 20 juta dialokasikan atau dibahas dalam Musrena oleh Balee inong. “Sisanya 70 persen kita plot ke pembangunan fisik dan 30 persen untuk non fisik seperti kegiatan sosial dan keagamaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadhilla SIKom yang turut hadir dalam kesempatan itu, mengatakan, Jaya Baru merupakan salah satu kecamatan terbaik di Kota Banda Aceh.

“Ini berkat kerja sama yang harmonis semua pihak termasuk legislatif, dan tidak mungkin pula tercapai tanpa dukungan Wali Kota Illiza,” sebut Arif yang disambut applause hadirim.

Pemerintah Pusat, kata Arif, saat ini mulai meninitkberatkan pembangunan pada gampong. “Dengan alokasi dana Rp 200 juta dan Rp 20 juta-nya untuk kaum perempuan, ibu-ibu tentu harus mulai menyusun rencan-rencana. Saran saya fokus pada capacity building dan membeli aset-aset gampong seperti mesin jahit dan sebagainya agar ekonomi warga bangkit.”

Soal anggaran fisik, politisi Partai Demokrat ini meminta agar mengutamakan yang diperlukan oleh semua elemen masyarakat dan jangan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja.

“Mental dan spritual juga tak boleh dilupakan. Saya akan berusaha habis-habisan untuk memajukan Jaya Baru pada masa-masa yang akan datang,” pungkas Arif yang maju dari Dapil 5 Banda Raya dan Jaya Baru saat Pileg 2014 lalu ini.

Di antara tamu undangan terlihat hadir pula Kepala Bapedda Banda Aceh Ir T Bukhari Budiman MSi, unsur Muspika Jaya baru, para keuchik, imum mukim, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Jun)


SHARE: