Ini 5 Pesan Illiza di Awal Februari

Banda Aceh – Senin (2/2/2015), Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mengadakan apel gabungan di halaman Balai Kota Banda Aceh. Pada kesempatan itu, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE menyampaikan lima pesan khusus kepada seluruh jajajarannya.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kota Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE, Illiza mengatakan langkah-langkah awal untuk mencapai target tentunya sudah mulai dilaksanakan di awal tahun ini.

“Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, sudah seharusnya kita memiliki strategi yang lebih matang agar upaya menjadikan Banda Aceh sebagai model kota madani dapat selangkah lagi kita tingkatkan tahun ini.” katanya.

Kelima pesan yang disampaikan wali kota yaitu menyangkut persiapan dokumen pelaksanaan APBK 2015 seluruh SKPD, pemilihan penyedia barang dan jasa, pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Pemko Banda Aceh, prestasi Pemko Banda Aceh dan peningkatan kapasitas pegawai.

Terkait dengan kesiapan seluruh SKPD dalam dalam menyiapkan dokumen pelaksanaan APBK 2015, wali kota meminta seluruh kegiatan administratif awal seperti penyiapan dokumen DPA SKPD, aliran kas, SPD serta RUP telah diselesaikan dengan tuntas agar tidak terjadi keterlambatan dalam implementasi program dan kegiatan di SKPD.

“Karena keterlambatan di satu SKPD dapat pula berimbas kepada pencapaian target di SKPD lainnya yang pada akhirnya dapat pula menghambat program kota secara keseluruhan,” katanya.

Mengenai pemilihan penyedia barang dan jasa, Illiza meminta kepada seluruh SKPD agar dapat melaksanakan proses pemilihan dengan tepat waktu dan proses ini dapat difinalkan selambat-lambatnya pada akhir Maret 2015 sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa Pemerintah.

“Untuk itu saya meminta perhatian dan tindak lanjut yang serius dari semua SKPD beserta Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dapat mempersiapkan dan melaksanakan proses ini dengan benar sesuai aturan yang berlaku.” imbuhnya.

Poin ketiga soal pelaksanaan Raker Pemko Banda Aceh yang rencananya dijadwalkan pada pertengahan Februari nanti, Illiza berharap seluruh pokja dapat menganalisa dan mengidentifikasi permasalahan dan situasi dengan benar. 

“Gunakan data-data dan informasi yang akurat yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan rencana tindak. Setiap indikator harus tersusun dengan benar dan target yang dicapai haruslah realistis agar dapat dinilai keberhasilannya,” pinta Illiza.

Hal keempat yang disampaikan wali kota adalah mengenai prestasi. “Alhamdulillah Banda Aceh saat ini dikenal sebagai kota yang berprestasi, sebagai kota yang modern, yang telah memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakatnya. Kota kita juga memiliki nilai tertinggi survei pengukuran kematangan dan road map implementasi Smart City dari lima kabupaten/kota di Indonesia yang dilakukan oleh Tim PT LAVI ITB. Prestasi ini tentunya harus kita pertahankan dan terus tingkatkan,” pesan Illiza.

Dalam waktu dekat, tambah Illiza, pihaknya juga akan meluncurkan satu inovasi terbaru pelayanan publik Pemko Banda Aceh yaitu “Launching Perizinan Online” bertempat di aula Balai Kota Banda Aceh.

Menurut Illiza, aplikasi perizinan online merupakan salah satu bentuk komitmen Pemko untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberi berbagai kemudahan kepada masyarakat dalam menerima layanan dari Pemko Banda Aceh. 

“Untuk itu saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Kantor beserta seluruh Staf Kantor Pelayan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) atas inovasi yang telah dilakukan.” 

Pada 2014 yang lalu, ungkap wali kota, aplikasi e-Kinerja telah berhasil masuk dalam Top 33 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Dan pada tahun ini diharapkan usulan inovasi pelayanan publik Pemko Banda Aceh dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Dikatakannya, seluruh prestasi atau titel yang diperoleh oleh Kota Banda Aceh saat ini tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh pegawai pada lingkungan Pemko Banda Aceh. Untuk itu, Illiza menyatakan apresiasinya kepada semua pegawai yang telah bekerja keras dalam mewujudkan hal tersebut. 

“Sekecil apapun kontribusi kita tetaplah berharga bagi pencapaian prestasi. Untuk itu teruslah berkarya dalam bidang dan keahliannya masing-masing,” katanya.

Hal terakhir yang disinggung wali kota adalah mengenai peningkatan kapasitas pegawai.  Berdasarkan informasi dari BKPP, melalui FGD (Focus Group Discussion) yang dilaksanakan baru-baru ini, SKPD sangat antusias dalam mengidentifikasi kebutuhan bagi peningkatan kapasitas masing-masing sesuai dengan bidang kerja. 

“Ini artinya kita tidak terpaku dengan kemampuan atau prestasi yang sudah kita capai saat ini dan semangat untuk menjadi lebih baik masih terus kita jaga. Mari kita bersama-sama berusaha mewujudkan kondisi ideal di SKPD masing-masing. Dengan demikian, tanggung jawab kita sebagai PNS dan sebagai abdi masyarakat dapat kita penuhi dengan baik-baiknya,” tutup Sekda bahagia mengakhiri sambutan Wali Kota Banda Aceh.

Apel gabungan ini diikuti oleh para pegawai dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banda Aceh. (Jun)


SHARE: