Bertemu dengan IDI, Walikota Bahas Program Kesehatan

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM melakukan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Organisasi profesi yang diketuai dr Safrijal R ini datang ke Balaikota, Kamis (5/10/2017).

Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama IDI dengan Pemerintah Kota pasca Aminullah Usman SE Ak MM dilantik sebagai Walikota Banda Aceh. Turut mendampingi Walikota, Kadis Kesehatan Warqah Helmi, Kabag Humas taufik dan Kabag keistimewaan dan Kesra Arie Maula kafka.

Ada beberapa hal terkait program kesehatan yang dibahas dalam pertemuan kedua belah pihak ini, mulai dari pelayanan rumah sakit, puskesmas, Publik Safety Center hingga upaya mengantisipasi DBD terutama memasuki musim hujan.

Dalam pertemuan ini, IDI juga meminta dukungan Pemko terkait wacana mendirikan sebuah klinik yang akan memberikan pelayanan pratama bagi warga yang akan dikelola oleh organisasi tersebut.

Klinik ini akan bekerjasama dengan BPJS dimana masyarakat kota akan dilayani pelayanan medis dasar dengan gratis.

“Kami minta Pak Wali dan Pemko dapat mendukung, misalnya pinjam pakai bangunan yang dapat digunakan untuk klinik tersebut,” pinta Ketua IDI, Syafrijal R.

Soal wacana pendirian Klinik IDI, Walikota menyambut baik ide dari pihak IDI tersebut. 

“Saya pikir rencana klinik itu bagus ya, nanti kita akan komunikasi lagi lebih mendalam. Tapi yang pasti saat ini prioritas kita terkait program kesehatan membenahi RS Meuraxa. Kita harap teman-teman dari IDI dapat memberikan sumbang saran dan masukannya,” harap Aminullah.

Terkait dengan PSC, Walikota juga mengatakan program tersebut memang sudah ada di Banda Aceh, hanya saja kurang berjalan maksimal karena terkendala jumlah Amblulance.

“Saat ini kita sedang menginventarisir jumlah dan kondisi Amblulance, dan prioritas kita di 2018 akan menambah Amblulance sesuai dengan kemampuan keuangan, Pemko Banda Aceh,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Walikota juga menyampaikan bahwa, terkait dengan program meminimalisir angka DBD, dirinya telah meminta instansi terkait untuk bekerja ekstra keras, terutama Dinas Lingkungan Hidup, Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHKKK) agar dapat menjadi leading sektor dalam menggerakkan kegiatan gotong royong massal untuk membersihkan lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi sarang-sarang nyamuk yang menyebabkan DBD. Walikota juga meminta Dinas Kesehatan melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait antisipasi bahaya DBD.

Di akhir sambutannya, Walikota meminta IDI terus berkontribusi bagi Kota Banda Aceh dalam menjalankan program-program kesehatan masyarakat.

“IDI merupakan organisasi profesi yang terlibat langsung dalam hal pelayanan kesehatan. Saran dan masukan dari IDI tentunya akan sangat bermanfaat bagi Pemko Banda Aceh dalam menjalankan kebijakan dari program kesehatan,” tutup Aminullah. (mkk)


SHARE: