“Membangun Banda Aceh dengan Cinta”

Banda Aceh – Tema peringatan hari lahir Kota Banda Aceh ke-813 tahun ini adalah ”I Love Banda Aceh.”  Tema ini dipilih dengan satu asumsi, bahwa kota ini hanya bisa dibangun menuju kegemilangan dengan satu kata yaitu cinta.

Di dalam cinta, ada kasih sayang, inspirasi, motivasi, kerja sama, musyawarah dan gotong-royong. Di dalam cinta, juga ada kepedulian, perhatian dan saling mengisi serta saling mengingatkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam sambutannya pada Sidang Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh dalam rangka memperingati HUT Banda Aceh yang ke-813, Senin (23/4/2018).

“Melalui gerakan tersebut, saya sebagai wali kota dan Pak Zainal Arifin sebagai wakil wali kota ingin menegaskan komitmen mencintai Banda Aceh dengan suatu kerja keras. Komitmen ini tidak hanya pada satu ruang lingkup saja, melainkan meliputi berbagai bidang.”

“Komitmen ini juga sekaligus sebagai apresiasi kami kepada sejarah besar Banda Aceh bersama dengan warganya yang tiada henti mencintai kotanya, baik dalam suka maupun dalam duka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh komitmen tersebut juga dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan kemudian sudah disahkan melalui Qanun No. 1 Tahun 2018. “Ada kelegaan di dalam hati kami, bahwa pekerjaan besar menyusun RPJM itu dapat selesai dalam waktu kurang lebih enam bulan. “

“Kami berterima kasih kepada tim RPJM dibawah kendali Bapppeda Banda Aceh bersama SKPD terkait, dengan dibantu oleh para tenaga ahli yang telah bekerja menyusun RPJM. Terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak legislatif yang telah sepenuhnya mendukung pembahasan RPJM sampai kemudian disahkan dengan qanun,” ungkpanya lagi.

Menurut wali kota, di tengah berbagai keberhasilan yang sudah diperoleh Banda Aceh dan warganya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi. “Tantangan ini mungkin berat dan tidak mudah, tetapi sekali layar dikembangkan, pantang kami bersurut. Jika sudah baik, maka harus dibuat lebih baik lagi agar kita menjadi manusia yang beruntung sebagaimana sabda Rasullullah Muhammad SAW.”

Pihaknya pun menyadari sepenuhnya bahwa kami tidak bisa berjalan sendiri untuk mewujudkan cita-cita Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah. “Keberhasilan berasal dari perencanaan yang baik, fungsi dari kerja sama, dan buah dari partisipasi seluruh masyarakat, disertai dengan dukungan dari berbagai pihak lainnya. Antara eksekutif dan legislatif harus sinergi, demikian juga dengan berbagai stakeholder lainnya, perlu bekerja sama menuju kegemilangan kota tercinta kita ini.”

“Sidang Paripurna Istimewa hari ini juga harus menjadi momen reflektif bagi kita untuk mampu bermuhasabah. Muhasabah tentang sudah sejauh mana kita berkarya dan memberikan kontribusi dalam upaya melaksanakan pembangunan di Banda Aceh. Juga momen untuk mengukur sejauh mana kita sudah bekerja secara benar dalam melanjutkan estafet para pendiri Banda Aceh dulu bersama dengan seluruh pemimpin kota ini pada pasca kemerdekaan sampai dengan sekarang ini,” katanya.

Sidang Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh dalam memperingati HUT Banda Aceh yang ke-813 yang dibuka oleh Ketua DPRK Arif Fadillah dan diikuti oleh seluruh anggota dewan serta para pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh. Uniknya, seluruh peserta sidang kompak mengenakan pakaian adat Aceh. (Jun)


SHARE: