//Polda Aceh dan IPELMADU Adakan Seminar Mengatasi Konflik Sosial-Keagamaan di Aceh

Polda Aceh dan IPELMADU Adakan Seminar Mengatasi Konflik Sosial-Keagamaan di Aceh

Banda Aceh – Ikatan Pelajar Merdu (IPELMADU) mengadakan Seminar Peningkatan Kemampuan Generasi Muda dalam Deteksi Gejala Sosial-Keagamaan yang Berpotensi Konflik di Aceh di Aula Hotel 88 pada 28 Juli 2018.

Seminar yang bekerjasama dengan Direktorat Intelkam POLDA Aceh dan Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UIN Ar-Raniry ini mengangkat tema Paham Aliran Sesat Menyesatkan dan Menyimpang serta Isu-Isu dalam Agama yang Mengarah pada Sikap Intoleransi di Provinsi Aceh.

Ajun Komisaris Polisi Jamaluddin dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengatakan bahwa seminar ini mengajak kita untuk menyikapi bentuk informasi yang memprovokasi khususnya yang tersebar di masyarakat Aceh. Pelaksanaan syariat islam
Mengajak kita untuk berfikir, karena ancaman sekarang itu globlalisasi, liberalisme, sikulerisme dan lainnya. Semua itu sasarannya agama Islam.

“Peran kita ialah bagaiman kita melestarikan agama Islam agar tidak terpengaruh. Yaitu dengan memegang kembali ke Alquran dan Sunah Rasulullah. Agar islam tidak terpecah karena kelompok tertentu,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan mengapa memilih tema diskusi karena sekarang di Aceh lagi membicarakan masalah konflik agama, perbedaan mazhab, aliran dan sebagainya.

“Tujuannya mereduksi masalah bisa terpecahkan, dengan menyiapkan generasi yang bisa menjawab dan menengah sehigga tidak ada ujaran kebencian,” jelasnya.

Pelatihan ini diisi oleh pemateri dari Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Kasubdit Sosbud Polda Aceh, Dinas Syariat Islam, Kebangpol serta Akademisi dari Universitas dan dihadiri sebanyak 35 peserta mahasiswa yang tergabung dari berbagai organisasi dan berlangsung selama dua hari hingga Besok.[]

Husna