//Ramadhan di Banda Aceh

Ramadhan di Banda Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam, singkat disebut Aceh, adalah salah satu provinsi yang terkenal akan budaya dan bahasa-nya. Provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera diberikan otonomi khusus oleh Pemerintah Indonesia untuk memberlakukan sistem hukum syariat Islam. Bisa dibayangkan suasana kehidupan beragama Islam di provinsi berbeda dengan tempat lain. Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi tidak terkecuali. Bulan Ramadhan di kota Banda Aceh sangatlah semarak. Kita benar-benar bisa merasakan suasana islami karena warga Aceh banyak beribadah di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Ada tradisi Aceh yang dilakukan dua hari menjelang Ramadhan, sebelum Idul Fitri dan sebelum Idul Adha, dinamakan Makmeugang. Tradisi ini yang masih diteruskan sampai sekarang. Makmeugang sudah ada dari masa kesultanan Aceh. Di hari ini, masyarakat Aceh menikmati hidangan daging bersama keluarga dan kerabat. Karena itu, biasanya akan banyak sekali pedagang-pedagang daging yang menyeruak di sekitaran kota banda aceh, terutama di pinggir jalanan pasar. Hidangan terkenal yang disantap saat Makmeugang adalah masakan khas Aceh yang bernama Sie Reuboh.
Selain itu, pada malam pertama ramadhan jalan-jalan menjadi ramai dan penuh kendaraan menjelang Isya’. Masyarakat Kota Banda Aceh akan menunaikan sholat tarawih pertama di bulan suci ini. Berbondong-bondong mereka singgah ke masjid. Setelah itu, suasana kota menjadi sepi dan sunyi dikarenakan terhentinya semua kegiatan pada saat melaksanakan shalat tarawih di masjid. Tarawih berlangsung sampai jam 21.30 malam. Sebagian dari rakyat Aceh pun banyak yang bermalam di masjid dan melakukan sebanyak-banyaknya ibadah di bulan suci Ramadhan tahun ini. Beberapa masjid mengadakan tadarus pada saat malam hari dan melaksanakan sholat tahajud di malam hari.
Hal lain yang istimewa di Aceh pada saat bulan Ramadhan adalah penandaan waktu imsak dan waktu berbuka dengan bunyi sirine. Sedangkan di daerah lain, biasanya menggunakan bedug. Sahur di Aceh pun dimulai dari jam 3.00 pagi sampai jam 04.45 pagi. Waktu imsak pun tiba pada pukul 04.50 pagi keatas dan dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah pada pukul 05.05 pagi.Remaja Aceh pun banyak yang melakukan jalan jalan pagi setelah selesai mengerjakan sholat subuh. Tempat wisata yang banyak dikunjungi biasanya adalah daerah perbukitan,pantai,dan sekitar nya untuk melihat terbit nya matahari yang muncul dari ufuk timur.

Pada pukul 08.00 pagi, warga Aceh pun kembali mengerjakan rutinitas sehari hari. Orang dewasa tetap melakukan pekerjaan nya seperti yang biasa dilakukan pada bulan-bulan lainnya. Para pelajar di aceh pun tetap pergi ke sekolah untuk melaksanakan acara-acara yang telah diselenggarakan khusus di bulan Ramadhan oleh sekolah mereka. Ada juga beberapa pihak masjid yang membuat suatu kegiatan dimana nanti nya para peserta yang mendaftar mengikuti kegiatan tersebut akan menghafal alquran selama 20 atau 25 hari untuk mencapai target yang telah ditentukan. Kegiatan ini dilakukan sampai tibanya waktu siang yang nantinya akan dijadikan waktu untuk beristirahat di rumah.l
Di sore hari sepanjang bulan Ramadhan di Kota Banda Aceh, jalan-jalan diramaikan oleh pedagang kaki lima. Mereka berjejer, tak meninggalkan sedikitpun ruang diantara mereka, layaknya sholat berjamaah “bahu ke bahu”, mereka bilang. Para pedagang tersebut menawarkan takjil-takjil menggugah selera yang akan disantap saat iftar atau buka puasa. Mereka hadir dalam beraneka ragam, mulai dari kue-kue basah tradisional, gorengan, bubur, sampai minuman segar seperti es tebu dan es kelapa. Di saat ini lah jalanan di kota banda aceh banyak mengalami kepadatan lalu lintas di beberapa titik wilayah kota Banda Aceh yang padat penduduk. Beberapa titik kemacetan tersebut adalah Ulee Kareng, Peunayong, Pasar Aceh, Setui dan Ulee Lheu. Tak lama kemudian, sirine berkumandang di masjid-masjid sekitar, menandakan bahwa sudah tibanya waktu berbuka. Disusul oleh azan yang memanggil umat muslim untuk sholat maghrib.

Sungguh banyak restoran maupun café yang menawarkan paket untuk melaksanakan buka bersama. Hal ini biasanya dilakukan oleh warga aceh untuk melakukan pertemuan dengan kerabat yang sudah tidak lagi bertemu dalam waktu yang lama. Café atau pun restoran menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi pada waktu menjelang berbuka. Cafe di banda aceh pun banyak yang melakukan promosi dan penawaran yang menarik untuk mencari perhatian pelanggan.Di daerah beurawe sendiri,nanti nya akan terlihat café-café yang dipenuhi dengan mobil dan motor yang terparkir di halaman depannya. Peristiwa ini berlangsung sampai nanti tiba nya waktu isya.
Mulai pertengahan bulan ramadhan, warga aceh sudah mulai bersiap-siap untuk membeli pakaian baru, persiapan untuk Hari Raya Idul Fitri. Ramai dan padatnya pasar dapat kita jumpai di pasar aceh yang sudah menjadi tempat dimana warga aceh memborong segala jenis busana lebaran. Toko-toko pakaian pun menawarkan beberapa potongan diskon dan promosi untuk menarik pelanggan.

Tanggal 17 Ramadhan adalah apa yang kita sebut Nuzul Qur’an, yakni hari diturunkannya Al-Qur’an. Bersama itu juga akan banyak sekali diadakan ceramah di masjid mengenai turunnnya Al-Qur’an yang dilaksanakan sebelum sholat teraweh. Masjid-masjid biasanya membuat syukuran atau kenduri.
Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, ada banyak acara di masjid untuk menyambut malam seribu bulan, Lailatul Qadr.Malam ini adalah malam yang spesial di mana warga Aceh banyak yang melakukan tadarus dimalam hari dan menghafal Al-Qur’an dengan khusyuk, demi mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengharap ridho akan diterimanya ibadah mereka pada malam suci itu. Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti, kapan malam itu akan datang, meskipun begitu, semangat umat tidak surut. Malah mereka semakin tekun berlomba dalam beribadah.

Menjelang akhirnya bulan ramadhan, pemerintah selalu memberikan cuti bersama untuk mengakomodir perayaan Hari Raya bagi pegawai negeri dan anak sekolah. Sebagian dari warga aceh akan pergi mudik atau pulang kampung untuk berjumpa sanak saudara. Masyarakat Aceh pun mulai bersiap-siap membuat kue kering beraneka ragam yang disajikan sebagai teman menjamu tamu pada Hari Raya. Kuliner-kuliner ini pun tidak akan kalah rasa nya dengan kuliner-kuliner dari kota lainnya di Indonesia. Hidangan-hidangan yang lazim ditemukan di rumah-rumah penduduk yaitu Lontong Sayur, Rendang dan Timphan. Makanan tersebut adalah makanan khas Aceh yang biasanya dimasak pada saat mulai tiba nya lebaran. Selain itu juga beberaspa kue kering sebagai makanan pembuka yang juga banyak dijajakan di toko-toko sekitaran kota banda aceh.

Malam terakhir ramadhan pun tiba. Ramadhan akan pergi dan berpamitan. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan kini kita sudah melakukan puasa selama 29 hari. Setelah menjalankan ibadah puasa selama kurang lebih satu bulan, umat muslim berdoa dan berharap atas kesucian jiwa rohani di hari kemenangan, Idul Fitri. Malam Idul Fitri disambut dengan acara takbiran yang dilakukan di titik pusat kota banda aceh. Kota Banda aceh akan dipenuhi dengan berbagai mobil hias yang akan melewati gerombolan warga aceh yang pergi melihatnya. “Allahuakbar Allahuakbar. Allahuakbar Laa – ilaaha – illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil – hamd” takbir saut menyaut, menyelimuti kawasan kota Banda Aceh ditemani suara petasan disana-sini yang, menambah suasana meriah pada malam itu. Jalanan pun menjadi macet dikarenakan banyaknya akses jalan yang ditutup dan banyak nya warga yang memarkirkan kendaraannya di tepi jalan agar dapat melihat proses takbiran. Peserta takbiran pun diikuti oleh pria dari semua usia yang melantunkan shalawat, takbir, dan memegang obor di tangan kanannya. Acara takbiran berakhir pada jam 2 malam dan jalanan di kota banda aceh pun kembali sunyi pada malam hari. Suara takbiran dari masjid mulai dikumandangkan non-stop sampai tiba waktu nya sholat idul fitri pada keesokan hari nya.

Baju baru, putih bersih. Kue Nastar, Sagon dan Lontong Paris. Lontong Sayur, Ketupat, dan Rendang. Jalanan kota yang kosong melompong dikarenakan kepulangan sebagian warga mengunjungi kampung halaman. Sebagai gantinya, masjid-masjid besar lah yang ramai dipenuhi manusia. Warga Kota Banda Aceh sudah siap merayakan Hari Raya.
Hari kemenangan pun tiba. Suara takbir berkumandang di setiap masjid di Aceh.Masyarakat Aceh pun banyak yang melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid beramai ramai. Tampak jelas warna mukena beraneka warna dan baju koko putih yang memenuhi kawasan masjid. Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, masyarakat aceh biasa nya akan pergi berziarah ke kuburan atau pun pergi mengunjungi tetangga, sanak keluarga, dan kerabat untuk menyambung tali silaturahmi. Beragam jenis makanan dapat dijumpai di setiap rumah warga kota banda aceh. Selain itu, orang tua suka membagikan uang kepada anak-anak yang datang mengunjungi rumah, yang juga kita sebut ‘salam tempel’.
Lebaran tahun ini mungkin sedikit berbeda dibandingkan lebaran tahun-tahun kemarin. Kali ini, pertandingan sepak bola piala dunia sedang ditayangkan. Pada malam hari, banyak sekali warga kota Banda Aceh mebludak di warung, mulai dari kalangan bapak-bapak, remaja, dan sampai anak-anak kecil yang menonton piala dunia yang ditayangkan selama 1 bulan penuh. Mereka menonton bersama piala dunia sampai larut hingga waktu subuh.
Meski begitu, kota banda aceh tampak sepi dikarenakan masyarakat yang melakukan mudik menjelang lebaran tahun ini jumlahnya ramai.

Begitulah suasana bulan ramadhan di kota banda aceh. Dari tradisi datang nya bulan Ramadhan, kegiatan islami, suasana kota hingga beragam kuliner yang dibuat di saat Ramadhan menjelang lebaran. Suasana ini pun dapat dijadikan sebagai sumber daya tarik turis ke aceh yang dimana para turis akan merasakan suasana Ramadhan yang berbeda dari provinsi lainnya di indonesia. Saya sangat menikmati suasana Ramadhan di Kota Banda Aceh. Saya sangat merindukan suasana ini ketika saya sedang tidak menghabiskan waktu berpuasa dan Hari Raya di Banda Aceh. Saya juga berharap di tahun kedepannya suasana bulan Ramadhan di Aceh selalu berkesan, tradisinya akan selalu diingat dan dapat dibudidayakan oleh generasi-generasi yang akan datang. Sekian dan terima kasih.