Gema Desantara Gelar Pelatihan Anti Narkoba, Wali Kota: Kader Harus Tes Urine

Banda Aceh – Generasi Muda Desa Nusantara (Gema Desantara) menggelar pelatihan kader pemuda anti narkoba di Banda Aceh. Pelatihan yang diikuti oleh 400 pemuda Banda Aceh digelar selama dua hari. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Senin (17/9/2018) di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh.

Turut hadir pada kegiatan ini, Asisten Tata Pemerintahan Setdakota Banda Aceh, Bachtiar S Sos, Ketua BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banda Aceh, Hamdani dan sejumlah pejabat jajaran Pemko Banda Aceh.

Saat membuka pelatihan ini, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada organisasi dibawah naungan Kemenpora tersebut yang telah berinisiatif menggelar pelatihan pemuda anti narkoba di Banda Aceh.

“Saya sampaikan terimakasih dan apresiasi untuk Kemenpora atas inisiatif menggelar kegiatan ini. Ini kegiatan positif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh,” kata Aminullah.

Namun, Aminullah mengatakan pelatihan saja tidak cukup, harus ada tindakan nyata yang dimulai dari kader sendiri.

“Saya minta kepada Gema Desantara dibuat komitmen bersama yang dimulai dari kader sendiri setelah pelatihan berlansung. Komitmen bersama nanti ditandatangani seluruh kader,” pinta Wali Kota.

Dalam komitmen bersama, seluruh kader berikrar tidak mengkonsumsi narkoba untuk diri sendiri dan ikut mensosialisasikan di lingkungan dan komunitasnya.

Selain itu, Wali Kota juga menyarankan adanya tes urien rutin seluruh kader pemuda Gema Desantara. Katanya, itu perlu dilakukan untuk memastikan bahwa para kader benar-benar memiliki tekad yang kuat dalam mencegah peredaran narkoba, minimal dimulai dari diri sendiri.

“Kalau 400 orang saja sudah berkomitmen, Saya pikir cita-cita kita menjadikan Banda Aceh dan Indonesia bersih dari narkoba bukan hal yang sulit,” ungkap Aminullah optimis.

Sementara itu, Sekjen Gema Desantara, Asep melaporkan, Gema Desantara merupakan organisasi dibawah naungan Kemenpora Republik Indonesia. Organisasi ini fokus pada kegiatan pembangunan SDM pemuda, khususnya pemuda desa.

“Saya berasal dari desa, Saya dan teman teman dulu direkrut dan dibiayai Kemenpora saat menempuh pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan kami membangun organisasi ini untuk memberdayakan pemuda desa, kalau di Banda Aceh disebut gampong,” kata Asep.

Pelatihan pemuda anti narkoba digelar di seluruh Indonesia, termasuk di Banda Aceh.

“Target kami di Aceh bisa mencapai 2000 kader. Di Aceh meliputi Aceh Jaya, Banda Aceh, Bireun, Pidie dan Pidie Jaya. Target untuk Indonesia pada tahun 2018 ini bisa mencapai 6000 kader,” ungkap Asep.

Asep berharap, dari kegiatan ini akan melahirkan kader yang bergerak dan fokus pada pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Asep juga meminta para kader yang mengikuti pelatihan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program.

“Pak Wali dan jajaran hadir, ini membuktikan komitmen yang kuat dari Pemko Banda Aceh. Ini menjadi motovasi bagi kami,” ujar Asep. (mkk)


SHARE: