Buka Simulasi Penanggulangan Kebakaran di SMP 1, Wali Kota Minta Pelajar Hafal Call Center Pemadam

Banda Aceh – Pelatihan simulasi penanggulangan kebakaran yang dibuka Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di SMP 1 menjadi arena belajar yang menyenangkan bagi ratusan pelajar sekolah tersebut.

Ratusan pelajar tampak antusias menyambut Wali Kota, Aminullah Usman bersama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), M Nurdin serta sejumlah petugas saat rombongan tiba di sekolah tersebut, Selasa (12/2/2019).

Aminullah hadir ke sekolah yang terletak di Jl Prof A Majid Ibrahim ini dalam rangka membuka kegiatan pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memberi edukasi kepada kalangan pelajar tentang penanggulangan kebakaran. Tampak hadir menyambut Wali Kota, Kepala SMP 1, Bustami bersama dewan guru dan sejumlah Kepala SMP di Banda Aceh ikut hadir pada kegiatan simulasi ini. Hadir juga Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri.

Usai apel pagi, sejumlah petugaspun mempraktekkan cara memadamkan api yang kemudian ikut memandu para pelajar melakukan pemadaman api dengan berbagai metode. 

Kata Aminullah, edukasi pemadaman api sangat penting terus diberikan kepada semua masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Kenapa perlu, karena ketika kebakaran terjadi kita tidak panik dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan. Setelah memastikan diri aman, maka langkah penting selanjutnya adalah menghubungi Pemadam Kebakaran,” kata Aminullah.

“Anak anak harus hafal Call Center Pemadam Kebakaran di Nomor 0651-113. Hal pertama yang harus dilakukan saat terjadi musibah kebakaran adalah menghubungi nomor tersebut agar bantuan segera datang. Bukan menyelamatkan harta benda dulu, ini harus diingat,” pinta Wali Kota.

Aminullah juga ikut menyaksikan sejumlah pelajar yang berhasil memadamkan api dengan cara tradisional pada kegiatan simulasi ini. Berlokasi di lapangan basket milik sekolah ini, Aminullah ikut menyemangati para pelajar melakukan pemadaman api.

Ridha, salah satu siswa kelas VIII berhasil melakukan tugasnya memadamkan kobaran api di drum dengan menggunakan goni basah. Pelajar inipun mendapatkan ucapan selamat langsung dari Wali Kota usai berhasil melakukan tugasnya.

Tidak hanya pelajar, simulasi ini juga diikuti oleh para guru sekolah tersebut. Mengikuti langkah langkah yang telah diajarkan oleh petugas, Ibu Syarifah Nargis juga berhasil memadamkan kobaran api besar hanya dengan cara tradisional.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyerahkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada sejumlah SMP di Banda Aceh.

Petugas Ajarkan Tiga Cara Memadamkan Api

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota (DPKP) Banda Aceh, M Nurdin menjelaskan, pihaknya mengenalkan tiga cara memadamkan api kepada pelajar dan dewan  guru di SMP 1.

Katanya, kegiatan ini merupakan salah satu program Pemmo Banda Aceh yang diamanahkan Wali Kota kepada DPKP.

“Ada tiga cara yang kita kenalkan kepada para pelajar, yakni cara tradisional, pemadaman cara modern dengan menggunakan APAR dan pemadaman api pada kompor gas elpiji,” ungkap Nurdin.

Lanjutnya, cara tradisional para pelajar diajarkan memadamkan api dengan menggunakan goni basah untuk menjinakkan si jago merah.

Sebelum melakukan simulasi, para petugas menjelaskan terlebih dahulu fungsi dari alat alat tersebut dan cara menggunakannya.

Kemudian juga disimulasikan cara memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Simulasi terakhir dilakukan pemadaman api pada kompor gas elpiji. Para petugas memperlihatkan tabung elpiji warna hijau yang biasanya terdapat di rumah dan cara menggunakannya. Hasilnya para pelajar di SMP 1 berhasil melakukan proses pemadaman api dengan tiga cara tersebut. Tampak sejumlah siswa senang mengikuti kegiatan ini. Bekali-kali aplaus berupa tepuk tangan dari ratusan pelajar yang menyaksikan teman temannya yang berhasil memadamkan api. (mkk)

Link SKPD
Search
Berita Foto
Arsip Berita
Tautan
GPR Kominfo