Ikut Tandatangani Zona Integritas WBK dan WBBM, Wali Kota: Langkah Penting Wujudkan Good Governance

Banda Aceh – Pengadilan Negeri Banda Aceh mencangkan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Pengadilan Negeri Banda Aceh. Pencanangan ZI ini ditandatangani Ketua Pengadilan Negeri Kelas I A Banda Aceh, Suwono, Selasa (12/3/2019) di ruang sidang Pengadilan Negeri Banda Aceh di Jalan Cut Meutia.

Ikut menjadi saksi dan menandatangani piagam pencanangan zona integritas wilayah bebas korupsi ini, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dan Kajari Banda Aceh, Erwin Desman. 

“Saya pikir ini langkah yang baik, langkah strategis dan sangat penting dalam mewujudkan good governance,” ujar Aminullah dalam sambutannya.

Meski survey penilaian integritas KPK tahun lalu menempatkan Pemerintah Banda Aceh sebagai yang terbaik di Indonesia dengan nilai 77,39, Wali Kota mengatakan pihaknya tidak berpuas diri dan memandang pencanangan zona integritas WBK dan WBBM oleh Pengadilan Negeri Banda Aceh menjadi sebuah hal yang saling menguatkan dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dari korupsi dan juga benar benar mampu menghadirkan layanan publik dengan baik kepada warga kota.

“Alhamdulillah tahun lalu kita mendapatkan nilai tertinggi survey integritas KPK dengan nilai 77,39. Apa yang kita lakukan hari ini tentunya lebih menguatkan lagi komitmen kita dalam menghadirkan pemerintahan bersih bebas dari korupsi,” kata Aminullah.

Lanjutnya, dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Banda Aceh juga telah mencatat prestasi fenomenal dimana telah berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut turut dari BPK.

“Kemarin Saya juga telah menyerahkan lagi laporan keuangan tahun 2018 ke BPK, harapan kita juga berhasil meraih WTP ke 11 kali berturut turut,” harap Aminullah.

“Meskipun telah meraih sejumlah prestasi tersebut, bukan berarti kita tidak memiliki kekurangan. Momentum hari ini kita manfaatkan untuk mendapatkan masukan masukan dalam memperbaiki kinerja guna mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” ujar Aminullah.

Sementara itu, Ketua PN Banda Aceh, Suwono mengatakan menyebutkan bahwa pola pikir dan budaya kerja di lingkungan instansi pemerintah diharapkan bisa berubah sehingga mampu pemposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang lebih baik. 

Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya penataan organisasi dan budaya kerja yang mendukung. Zona Integritas (ZI) ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan MENPANRB RI Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan instansi Pemerintah.

Terkait Zona Integritas, Mahkamah Agung RI sendiri telah menerbitkan Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 194/KMA/SK/XI/2014 tentang Pembentukan tim Pembangunan Zona Integritas MA RI, yang juga menjadi pedoman satuan-satuan kerja di bawahnya untuk menciptakan suatu lembaga yang bersih dari korupsi, pungli, gratifikasi dan praktik penyimpangan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Katanya, Pengadilan Negeri Banda Aceh sebagai salah satu pilar penegak hukum juga harus melaksanakan apa yang telah digariskan sebagaimana tersebut. Pola pikir dan budaya kerja di lingkungan instansi pemerintah setempat diharapkan bisa berubah sehingga mampu memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang lebih baik.

“Penandatanganan ZI hari ini merupakan bukti bahwa semua pihak ingin menjadi lebih baik. Dengan ditandatanganinya Zona Integritas menuju WBK dan WBBM diharapkan menjadi budaya kerja sehari-hari di lingkungan satuan kerja masing-masing termasuk Pengadilan Negeri Banda Aceh” Sebut Suwono. (mkk)


SHARE: