Aminullah Apresiasi PNM dengan Produk Mekaar dan ULaMM-nya

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memberikan apresiasi kepada pihak PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang telah berhasil menjalankan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Mikro (ULaMM) di Banda Aceh.

Apresiasi ini disampaikan Aminullah saat menerima kedatangan Pimpinan PNM Aceh, Muhammad Wajir dan jajarannya, Rabu (24/7/2019) di pendopo Wali Kota.

Kata Wali Kota, program Mekaar dan Ulam dari PNM sangat sejalan dengan program Pemko Banda Aceh dalam memberdayakan ekonomi masyarakat kecil, seperti IKM, UMKM dan usaha usaha kecil lainnya.

“Ini menjadi pahala bagi bapak ibu semua. Karena program ini dirasakan langsung masyarakat kecil. Dengan bantuan pembiayaan dari PNM, mereka dapat meningkatkan usaha dan memperbaiki perekonomian keluarga,” kata Wali Kota yang dalam kesempatan ini turut di dampingi Staf Ahli Rizal Junaedi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bachtiar, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan, T Iwan Kesuma dan Kabag Adm Perekonomian Setdakota, Muhammad Ridha.

Wali Kota sangat mendukung program tersebut. Katanya, program tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Banda Aceh. Pemko sendiri, lanjut Aminullah, sudah mendirikan sebuah lembaga pembiayaan, yakni Mahirah Muamalah Syariah dengan sejumlah produk yang bertujuan membantu usaha usaha kecil di Banda Aceh. MMS sampai saat ini sudah membantu modal usaha lebih dari 3000 usaha kecil dan industri mikro.

“Apalagi PNM sendiri bukan hanya sebatas memberikan modal usaha, tapi juga memberikan pembinaan dan pendampingan. Ini luar biasa,” tambah Aminullah yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini.

 

 

Sementara itu, Muhammad Wajir mengatakan kedatangan pihaknya selain untuk bersilaturrahmi dengan Wali Kota dan jajaran, juga untuk menyampaikan program program dari PNM.

“Kita menggunakan kesempatan baik ini untuk bersilaturrahmi. Kami juga ingin menyampaikan bahwa produk ULaMM dan Mekaar sudah mulai berjalan di Banda Aceh,” kata Muhammad Wajir.

Ia mengatakan, produk Mekaar di Banda Aceh sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Sementara ULaMM sudah berjalan dari tahun 2009.

“Untuk Banda Aceh sendiri, Mekaar sudah memiliki 10.079 nasabah,” ungkapnya.

Program Mekaar ini terdapat dua area di Banda Aceh, yakni area Darussalam dan area Lueng Bata. Bantuan yang disalurkan untuk dua area tersebut sudah mencapai Rp 8,7 M (area Darussalam) dan Rp 6,7 M (area Lueng Bata). Kelompok perempuan yang dibantu meliputi 187 kelompok (Darussalam) dan 215 kelompok (Lueng Bata).

“Modal usaha yang dibantu antara Rp 2 juta sampai dengan 5 juta),” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, pihak PNM dan Wali Kota juga mewacanakan kerjasama agar program pemberdayaan masyarakat kecil di Bada Aceh lebih masksimal.

“Iya, tadi juga sempat membahas wacana kerjasama dengan Pemko Banda Aceh. Pak Wali menyambut positif, nanti akan dibicarakan seperti apa konsepnya,” ujar Muhammad Wajir.(mkk)


SHARE: