Illiza : Jika Diasah, Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Melebihi Kemampuan Anak Normal

Banda Aceh-Anak berkebutuhan khusus atau dengan kata lain disebut autis adalah anak anak membutuhkan perhatian lebih. Dan jika diasah, maka anak berkebutuhan khusus bisa melebihi kemampuan anak normal. Demikian nukilan yang disampaikan Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE saat membuka acara Workshop Pentingnya Pendidikan bagi Anak berkebuuhan Khusus yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Aceh Sabtu (27/7).

Illiza melihat bahwa kejadian real saat ini banyak sekolah apa itu PAUD, TK dan lain sebagainya yang mengkotak-kotakkan status si anak. Seperti ditemui di sejumlah sekolah adanya pengelompokan anak-anak yang pintar yang dihimpun dalam satu kelas tertentu sedangkan anak-anak yang tidak pintar dihimpun dalam kelompok anak yang tidak pintar.

lliza berpendapat bahwa pengelompokan seperti itu sangat tidak mendidik, jadi malah akan semakin runyam. Yang pintar semakin pintar dan yang bodoh akan semakin ketinggalan. Untuk itu Illiza berharap agar para peserta workshop yang terdiri dari para pendidik TK dan PAUD agar dapat memahami karakter anak dan menjadi sosok yang penyabar. Bahkan anak yang normal sekalipun jika orang tuanya dan pendidiknya tidak memberikan perhatian kepadanya justu akan menjadi anak yang tidak normal.

Illiza menceritakan banyak kejadian dimana anak-anak yang memiliki keterbatasan justru memiliki kelebihan yang luar biasa. Seperti halnya sosok Michael Jacson, contohnya, yang sewaktu kecil sangat dikekang oleh ayahnya, dan hampir tidak memiliki ruang dan waktu untuk bermain. Namun ia menjadi sosok yang sukses dimasa dewasanya.

Sementara ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) wilayah Aceh Zulhadi menyambut baik atas digelarnya worshop tersebut. Workshop tersebut diharap dapat membekali pengetahuan para guru pendidik PAUD dan TK bagaimana mengantisipasi jika ada anak yang berkebutuhan khusus mendapatkan porsi yang sama seperti anak normal lainnya. Ia berharap melalui workshop tersebut para guru dapat meningkatkan kualitas diri. Katanya pula HIMPAUDI sebagai organisasi yang memiliki tugas meningkatkan mutu dari tenaga pendidik dan kependidikan PAUD, bekerja sama dengan psikolog dan pihak terkait akan memberikan pelatihan dan pembinaan bagi pengelola maupun pendidik PAUD yang menyelenggarakan layanan bagi anak berkebutuhan khusus (inklusi).

Tambahmya pula Sebagai organisasi profesi yang menyadari begitu beragamnya latar belakang pendidikan para pendidik PAUD, HIMPAUDI bertekad meningkatkan penyelenggaraan pelatihan, seminar, workshop dan lain-lain yang bertujuan meningkatkan mutu SDM di PAUD formal (TK) dan non-formal (Kelompok Bermain, Todler, TPA).

Hadir pada acara tersebut beberapa kepala SKPD di jajaran Pemko Banda Aceh, Ketua HIMPAUDI Kota Banda Aceh serta ratusan pengajar dari seluruh PAUD, TK yang ada di Kota Banda Aceh. Panitia menghadirkan tiga narasumber handal di bidangnya seperti Hanna Amalia, S.Psi, M. Psi, Juli Andriyani M. Si, dan Maria Ulfa S.Psi .M, Pd. (Trz)


SHARE: