Profesi Muslim Chaplain Sangat Mungkin Diterapkan Di Rumah Sakit Di Banda Aceh

Banda Aceh–Pemko Banda Aceh menggelar seminar kesehatan dengan tema Pelayanan Kesehatan Berbasis Islami menuju Kota madani Selasa(28/1). Kegiatan yang digelar di aula Pemko ini menghadirkan Mr Kamal Abu-Shamsieh, seorang Muslim Chaplain (pemuka Islam) dari Stanford Hospital, Amerika Serikat.

Mr Kamal dalam presentasinya mengatakan profesi seperti dirinya sangat mungkin diterapkan di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Banda Aceh mengingat Banda Aceh memiliki banyak dai dan daiyah yang diyakini mampu memberikan pendampingan, pemahaman dan menyemangati pasien dengan ajaran Islam.

“Tugas Muslim Chaplain (pemuka agama Islam) ini sebetulnya sederhana saja, kita berusaha sebisa mungkin mendengar, mengenal lebih dekat dan berusaha selalu ada untuk pasien, lalu memberikan pemahaman tentang kondisinya dan tentunya pelayanan sesuai dengan ajaran agama,” ungkap Kamal.

Yang perlu dipahami adalah, lanjut Kamal, Muslim Chaplain ini tidak memposisikan dirinya sebagai penceramah atau ustad yang sedang memberi khutbah, tapi tugasnya lebih kepada sebagai bagian dari tim kesehatan.

“Tugasnya juga berdasarkan info dari tenaga medis, karena setiap pasien memiliki masalah yang berbeda, jadi harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan tenaga medis, dan yang paling penting adalah menjaga privasi pasien,” jelasnya dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Fauzan.

Katanya lagi, tugas Muslim Chaplain, selain memberikan nasehat-nasehat kepada pasien juga memberikan penjelasan tentang penyakit dari persfektif Islam.

“Kita membantu wudhuk dan tayamum bagi pasien yang ingin menunaikan ibadah shalat, bahkan kita berada terus disamping pasien sekarat untuk menyemangatinya, itu juga tugas dari Muslim Chaplain,” jelasnya lagi.

Selama bertugas di Stanford Hospital Amerika, Kamal melihat proram ini membawa efek yang sangat bagus dimana pasien merasa aman dan nyaman dalam berobat karena merasa diperhatikan sepenuhnya oleh tenaga medis selama dia berobat, sehingga memberikan harapan besar bagi mereka untuk kesembuhan penyakitnya.

“Saya pikir yang kita butuhkan disini adalah komitmen, untuk SDM dapat dilakukan berbagai pelatihan-pelatihan tentang Islam,” katanya lagi.

Sementara itu, Sekdakota Banda Aceh Drs T.Saifuddin TA M Si mengatakan seminar ini digelar dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang berbasis islami dan juga dalam rangka memberikan pemahaman tentang kesehatan dalam persfektif Islam.

“Konsep pelayanan kesehatan seperti ini mungkin menarik untuk kita kaji, untuk itu, mari kita sama-sama menyimak presentasi dari Mr Kamal Abu Shamsieh. Dan konsep ini sangat mungkin kita aplikasikan dikota ini,” ujar Sekda. (Mkk)


SHARE: