80 Remaja Putri dan IRT Ikuti Pelatihan Menjahit

Banda Aceh – Sebanyak 80 orang remaja putri dan Ibu Rumah Tangga (IRT) mengikuti pelatihan menjahit dasar dan pelatihan menjahit mukena dan jilbab (bordir). Pelatihan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Walikota Banda Aceh Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs T Samsuar MSi, Rabu (6/4/2106) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banda Aceh, Gampong Lamjabat.

Ketua panitia pelaksana yang juga Kabid Pengembangan Produktifitas Tenaga Kerja Dinsosnaker Kota Banda Aceh, Abdul Manaf SE mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan warga kota pada kegiatan Musrena dan Musrenbang.

80 peserta yang direkrut dari gampong-gampong di Banda Aceh dibagi dalam dua angkatan, masing-masing angkatan berjumlah 40 orang. Angkatan pertama di bulan April dan angkatan kedua diberikan pelatihan pada Bulan Mei nanti.

“Mereka kita berikan ketrampilan selama sebulan dimana setiap harinya mengikuti 8 jam pelajaran,” jelas Abdul Manaf.

Lanjut Abdul Manaf, seluruh peserta tidak dipungut biaya apapun dan selama pelatihan diberikan komsumsi, alat tulis, bahan-bahan menjahit yang dibutuhkan, uang transportasi dan sertifikat.

Tujuannya, lanjut Abdul Manaf, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan ketrampilan hidup bagi para pencari kerja, khususnya bagi para remaja putri dan IRT di Kota Banda Aceh.

“Selain itu, dengan memiliki ketrampilan, mereka mampu berwirausaha secara mandiri dan mampu membuka lapangan kerja sendiri,” tambah Abdul Manaf.

Sementara itu, T Samsuar saat membuka pelatihan menyampaikan tingginya angka usia kerja dan minimnya lahan pekerjaan adalah salah satu pekerjaan besar yang dihadapi Pemerintah Kota Banda Aceh. Dan melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, upaya untuk mengurangi angka pengangguran di Banda Aceh terus dilakukan. Salah-satu di antaranya adalah dengan memberikan pelatihan kerja bagi para pencari kerja.

Katanya, sebelumnya juga sudah banyak pelatihan-pelatihan dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, melalui instansi terkait. Seperti perbengkelan, pertukangan, teknisi komputer, operator komputer, teknisi AC dan lain-lain.

Namun yang terpenting dari semua proses ini adalah motivasi untuk terus bekerja dan berkarya. Bekerja tanpa motivasi, seluruh skill yang ada, tidak akan bisa dimaksimalkan. Motivasi adalah modal awal yang sangat berpengaruh besar untuk dapat menjadi lebih baik secara personal. Dengan adanya motivasi dari diri sendiri maka semangat kerja akan terjaga dan berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik,” ujar Samsuar.

Karena, lanjutnya, tidak ada jaminan seorang sarjana akan lebih berhasil ketimbang lulusan SMP dan SMA kalau tidak memiliki kemampuan kerja dan motivasi.

“Dalam sejumlah bursa tenaga kerja yang dilakukan di Banda Aceh, beberapa waktu lalu, sejumlah perusahaan besar mengeluhkan kualitas kerja dan skill lulusan universitas. Dan ini tentu menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk membuktikan bahwa kita adalah bangsa pekerja, yang tidak mudah menyerah dan memiliki keahlian dan keterampilan,” ungkap Samsuar.

Kadinsosnaker: Peserta Otomatis Terdaftar di AK-1

Kadinsosnaker Kota Banda Aceh, Fadhil S SOS MM memastikan semua peserta yang mengikuti pelatihan otomatis terdaftar sebagai pencari kerja dan mendapatkan kartu AK-1 (Kartu Kuning) dari Dinsosnaker Kota Banda Aceh.

“Setelah pelatihan, mereka telah mengantongi kartu pencari kerja dan kita bantu akses mereka masuk ke perusahaan-perusahan yang membutuhkan tenaga kerja,” ungkap Fadhil usai acara pembukaan pelatihan dasar menjahit tersebut berlangsung.

Peserta yang ingin membuka usaha sendiri dan membutuhkan modal, Fadhil mengatakan dengan keterbatasan APBK, Pemko belum mampu memberikan modal usaha. Namun Pemko akan berusaha mencarikan modal usaha dari pihak ketiga, seperti dari BUMN dan perusahaan.

“Kita minta mereka buat proposal, dan kita akan hmencoba layangkan ke perusahaan dan BUMN,” ungkap Fadhil. (Mkk)

 


SHARE: