Aminullah Minta Peserta Aceh Travel Mart Jadi Duta Wisata Banda Aceh Untuk Dunia

Banda Aceh – Sedikitnya 150 orang peserta Aceh Travel Mart 2017 dari berbagai negara hadir di Banda Aceh. Tamu yang merupakan travel agen dari sejumlah negara di Asean dan Indonesia ini dijamu Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Minggu malam (3/12/2017) di Balaikota. Turut hadir juga Wakil Walikota, Drs H Zainal Arifin dan sejumlah Kepala SKPK serta Ketua Umum Asosiasi Pelaku Wisata Indonesia (ASPPI), Johari Somad. 

Dalam sambutannya, Aminullah menceritakan sekilas kondisi Banda Aceh kepada para tamu tersebut. Banda Aceh dengan luas sekitar 62 KM2 merupakan kota jasa yang mengandalkan sumber daya manusia. Banda Aceh tidak memiliki sumber daya alam layaknya daerah lain di Aceh. Kata Walikota, pariwisata merupakan sektor andalan ibukota Provinsi Aceh ini. 

Untuk menunjang pariwisata, Banda Aceh sedang giat-giatnya mempersiapkan diri dari semua sisi, baik fasilitas, infrastruktur hingga sektor pendukung lainnya.

Kata Aminullah, Banda Aceh memiliki destinasi wisata Islami, wisata tsunami, cagar budaya dan kuliner yang menggugah selera. 

“Kami juga memiliki kesenian yang tidak dimiliki daerah lain, kesenian kami telah mendunia. Malam ini dapat saksikan bersama-sama,” ujar Aminullah kepada para tamu.

Karenanya, kepada para agen travel atau yang disebut ‘Buyer’ dalam dunia para wisata tersebut, Aminullah meminta mereka dapat menjadi duta wisata Banda Aceh dimana nantinya dapat menyampaikan kepada dunia bahwa Banda Aceh merupakan sebuah kota yang memiliki destinasi wisata yang menarik dan layak dikunjungi. 

“Soal kenyamanan dan keamanan, Saya jamin karena kota ini warganya sangat ramah, terbuka dan memiliki sikap toleransi yang tinggi. Meski mayoritas warganya muslim, tapi kami sangat toleran terhadap pemeluk agama lain. Buktinya tidak pernah terjadi konflik agama di Banda Aceh,” ungkap Aminullah. 

Laporan dari panitia Aceh Travel Mart 2017, Mujiburizal, kegiatan yang diikuti oleh agen travel dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Indonesia ini berlangsung selama empat hari di salah-satu Hotel di Banda Aceh. 

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempertemukan pelaku wisata dengan ‘Buyer’ dari sejumlah negara di Asean.

“Jadi, kita yang punya paket wisata lalu kita jual ke mereka, nantinya mereka yang akan mendatangkan wisatawan ke Banda Aceh,” ujar mantan personil grup Nasyid Raihan ini. (mkk)


SHARE: