//Ramadhan Berkah Bersama BLK Banda Aceh

Ramadhan Berkah Bersama BLK Banda Aceh

Ramadhan Berkah Bersama BLK Banda Aceh

Oleh:

Fitriana

(Instruktur LKP Uswatun Hasanah, Aceh Besar)

Belum pernah terlintas dipikiran tentang kegiatan yang super power ini. Kegiatan yang bukan hanya menjadikan kami disiplin waktu akan tetapi juga mengajarkan kami tentang tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas. Kegiatan ini mengusung tema tentang Pelatihan Pelatih/Mentor Pemagangan yang dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 25 Mei 2019 di Grand Arabia Hotel Banda Aceh. Kegiatan yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja.

Peserta pelatihan terdiri dari utusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Provinsi Aceh dan kami juga dibagi dalam dua angkatan. Kebetulan saya termasuk ke dalam angkatan satu. Nantinya saya akan banyak membahas mengenai perjalanan kami para peserta angkatan satu dibawah bimbingan Ibu Gusrini Mustafa yang merupakan Master Pemagangan Kemnaker Direktorat Intala dan Ibu Yodi Donatrin yang merupakan Founder & Director; HR Consultant and Psychologist YodiD Consultant.

Berikut materi-materi yang kami pelajari selama pelatihan, yaitu UK. 009 tentang menentukan kebutuhan pelatihan micro, UK. 011 yaitu menyusun program pelatihan, UK. 016 merencanakan penyajian materi pelatihan, UK. 017 melaksanakan tatap muka (Face to Face), UK. 019 mengenai memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan di Tempat kerja (OJT Pemagangan) serta UK. 023 tentang mengevaluasi kualitas suatu program pelatihan. Setelah mempelajari keenam materi tersebut, kami diuji dengan Uji Kompetensi oleh tim asesor yang nantinya kami dinyatakan kompeten atau belum kompeten.

Banyak hal yang kami pelajari di kelas ini, mulai dari hal kecil hinga hal-hal besar. Bu Rini dan Bu Yodi sangat sabar menghadapi tingkah dan perilaku kami dengan semangat yang naik turun, awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, Bu Rini yang juga merupakan Instruktur Kadin Indonesia terus memberikan kami semangat. Masih sangat melekat Motto dari Bu Rini dan Bu Yodi, “Semangat pagi……” terus kami jawabnya “Pagi, Pagi, Pagi, Luar Biasa” dan suara yang paling semangat dalam menjawab adalah Donny Renaldo yang merupakan Pimpinan LPK Mandiri Servis, Meulaboh, Aceh Barat.

Pada hari pertama (Senin, 20 Mei 2019), kami belajar tentang Permenaker No. 36 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di dalam negeri dan dilanjutkan dengan Training Need Analysis yang merupakan menentukan kebutuhan pelatihan. Kami ditugaskan untuk menganalis struktur organisasi LKP/LPK dan bila tugas pertama belum siap, maka tidak dapat melanjutkan ke tugas berikutnya. Oleh karena itu, kekompakan antar sesama juga sangat diperlukan dalam membangun jiwa saling memotivasi untuk menyelesaikan tugas. Bu Yodi yang juga merupakan Psikolog hampir setiap jam memberikan pencerahan untuk kami untuk terus menyelesaikan kewajiban yang sudah diperuntukkan untuk kami. Hal ini juga menyangkut dengan kesiapan kami dalam menghadapi uji kompetensi yang dilaksanakan selama 2 hari sebelum penutupan Pelatihan Mentor Pemagangan ini.

Gambar 1: Suasana Pembelajaran di Kelas           Angkatan 1

Uniknya di angkatan 1, Bu Rini dan Bu Yodi memberikan tugas tambahan kepada kami untuk memilih ketua kelas dan ketua yang terpilih mendapatkan “Bebek Kwek-Kwek”. Bebek ini bertugas sebagai bel masuk, istirahat dan pulang. Ketua terpilih adalah Syahril Kiram yang merupakan Instruktur LPK LPT-PROFCOM Meulaboh, Aceh Barat.

Gambar 2: Bebek Pengingat Waktu

Hari kedua (Selasa, 21 Mei 2019) kami disuguhkan dengan materi menyusun program pelatihan, dimana kami harus membuat Rencana Program Pelatihan (RPP), Kurikulum, Silabus dan Form Validasi. Hal ini juga sama, bila tugas hari kedua belum siap, maka tidak dapat melanjutkan pada tugas berikutnya. Saya dan teman-teman kelas pun tertantang untuk begadang after terawehan. Ada yang mengerjakan tugas di dalam ruangan kelas, ada yang di kamar, ada pula yang mengerjakan di Rooftop hotel, hal ini kami lakukan demi menjadikan diri kami menjadi pribadi yang amanah dalam mengemban setiap kewajiban dan kami juga sangat bertekad untuk lulus ujian dengan predikat KOMPETEN. Bila kami dinyatakan lulus, maka kami termasuk mentor yang dapat menjadi bagian dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa ini.

Gambar 3: Bu Yodi sedang menjelaskan materi

Hari ketiga (Rabu, 22 Mei 2019) kami terus belajar mengenai materi yang telah dipersiapkan, yaitu merencanakan penyajian materi pelatihan, dimana kami belajar mengenai Lession Plan, Session Plan, Checklist kebutuhan alat dan bahan pelatihan. Hal menarik pada hari Rabu itu adalah para peserta dapat mengekspresikan perasaan melalui bernyanyi bersama. Disinilah kekompakan angkatan 1 semakin erat. Ada yang bernyanyi untuk menyemangati diri sendiri dan sekaligus bertekad menyemangati teman sekelasnya. Dimulai dari duet Sofiani yang akrab kami panggil dengan sebutan kak Sofia yang merupakan Wakil Pimpinan Yayasan Pendidikan Creative, Meulaboh featuring Rahmadi yang merupakan Pimpinan PKBM Maju Bersama, Tangse, Pidie. Suasana kelas pun semakin bersemangat tatkala bu Yodi juga menyumbangkan lagu dengan berduet dengan T. Zulqaini Khaiqal yang merupakan Sekretaris Cek Nong Kustum Banda Aceh. Dari lini kelas bagian belakang, Donny Renaldo juga turut andil dalam memeriahkan kelas guna membangkitkan semangat peserta lain dalam menyelesaikan tugas.

Pembelajaran di kelas pun dilanjutkan pada malam hari setelah sholat teraweh. Bu Yodi dan Bu Rini dengan semangat yang sangat membara hingga malam hari memberikan ilmu kepada kami. Materi selanjutnya mengenai UK. 017 yaitu melaksanakan tatap muka (Face to Face). Kami diharuskan untuk membuat materi dalam bentuk Powerpoint, kemudian membuat Handout, membuat Form Post Test dan Feedback. Bu Rini pun mempraktikkan kepada kami bagaimana cara mempresentasikan suatu materi dengan baik dan benar. Bukan hanya praktik presentasi, Bu Rini juga memberikan tips dan trik dalam memanage waktu, vocal dan hal lainnya tentang presentasi dan ditutup dengan demonstrasi cara berkomunikasi secara efektif ditempat kerja. Pengalaman yang sangat luar biasa kami temukan pada pelatihan mentor ini. Ilmu yang sangat bermanfaat dan bisa kami tularkan juga kepada peserta didik di LKP/LPK kami masing-masing.

Gambar 4: Bu Rini sedang menjelaskan materi

Hari Keempat (Kamis, 23 Mei 2019) merupakan hari terakhir kami untuk belajar materi dan menyelesaikan semua tugas, karena keesokan harinya dilaksanakan uji kompetensi. Hari yang sungguh melelahkan, karena dari pagi hingga pagi lagi. Pembimbing pun ikut begadang demi kami. Materi yang kami pelajari meliputi UK. 019 mengenai memfasilitasi pelaksanaan pelatihan di tempat kerja (OJT Pemagangan) yaitu menyiapkan Logbook pemagangan, sertifikat kompeten, dan surat keterangan pemagangan serta UK. 023 tentang mengevaluasi kualitas suatu program pelatihan yaitu menyiapkan kertas kerja evaluasi dan analisis dampak. Tidak terlalu rumit dalam mengerjakan ini karena pembimbing selalu ada setiap saat bersama kami. Pada jam 16.30 WIB, angkatan 1 dan 2 berkumpul untuk mengikuti pembekalan bersama keempat asesor, yaitu Bapak Margono Sugeng, Bapak Masdaryanto, Bapak Andi Mujahidin dan Bapak Suroto.

Pada Malam harinya, setelah sholat teraweh, kami melanjutkan pembelajaran di kelas. Malam itu merupakan malam puncak tugas bagi kami. Hampir satu kelas begadang demi menyelesaikan tanggung jawab. Bagi peserta yang sudah menyelesaikan keempat belas item ujian, satu persatu maju kedepan kelas untuk latihan micro teaching di depan pembimbing selama 20 menit sesuai dengan materi masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi “demam panggung” ketika presentasi di depan asesor. Salah satu peserta yang paling menarik ketika itu adalah Muhammad Khatami yang merupakan Instruktur Joel Electronik, Pidie. Sepulang dari tarawehan, Khatami langsung dengan semangatnya menyampaikan materi tanpa kantuk sedikitpun. Suara yang tegas dan lantang mampu memukau peserta lain. Sama halnya dengan Muhammad Khatami, Yusra Edia Saputra yaitu Pelatih Istana Motor, Pidie juga memiliki ciri khas tersendiri. Memiliki vokal dan artikulasi yang jelas mampu membuat suasana kelas malam menjadi terasa masih suasana pagi. Diiringi dengan senda gurau khasnya, Yusra mampu mencairkan suasana.

Hari kelima (Jumat, 24 Mei 2019), kami mengikuti uji kompetensi hingga larut malam sekitar 01.30 WIB. Ujian yang dimulai dari jam 08.00 WIB itu diawali dengan ujian tulis, dilanjutkan dengan micro teaching dan yang terakhir adalah wawancara. Angkatan 1 berada pada ruang B dengan asesor Bapak Masdaryanto dan ruang D dengan asesor Bapak Suroto. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Alhamdulillah, sebagian besar dari kami dinyatakan KOMPETEN. Hal ini bukan hanya hadiah besar bagi kami pribadi, akan tetapi juga untuk pembimbing yang sudah membimbing kami hingga larut malam dan hadiah teristimewa untuk LKP/LPK kami masing-masing.

Gambar 5: Peserta Uji Kompetensi kelas D Angkatan 1 sedang mempresentasikan materi

Hari keenam (Sabtu, 25 Mei 2019), Penutupan kegiatan sekaligus pengumuman hasil secara keseluruhan. Semoga kegiatan ini akan terus dikembangkan sehingga melahirkan para mentor yang berkompeten dibidangnya. Terima kasih BLK Banda Aceh, terima kasih Bu Rini dan Bu Yodi, terima kasih teman-teman dan terima kasih semuanya. Semoga ilmu yang sudah didapatkan, dapat diimplementasikan di tempat kerja dan dapat menjadi bekal untuk mewariskan kepada peserta didik di LKP/LPK di tempat kerja kita masing-masing.

Salam Sukses, Salam Kompeten.

Gambar 7: Suasana Penutupan Angkatan 1 dan 2

-Pesan dan Kesan Pembimbing-

(Gusrini Mustafa,
Sekretariat Vokasi Kadin Indonesia, Direktur PT Karya Sejahtera Abadi
dan Konsultan Manajemen SDM)

Program Pemagangan mulai di Deklarasikan oleh Pak Presiden kita, Pak Jokowi, pada tanggal 23 Desember 2016. Dasar Regulasinya adalah Permenaker 36 tahun 2016. Di dalam menjalankan program Pemagangan salah satu persyaratannya adalah Pembimbing/Pelatih yang tersertifikasi. Tahun ini target untuk mencetak pelatih seluruh Indonesia sebanyak 2.000 orang. Dengan mencetak Pelatih yang kompeten, harapannya pelatih dapat berperan untuk pengembangan SDM Indonesia yang merata dari Sabang sampai dengan Marauke.

Dalam kesempatan kali ini saya dan beberapa rekan dari Team Senior pelatih Kemnaker Direktorat Intala diberikan kesempatan untuk memberikan sharing materi pada Pelatihan Pelatih di tempat kerja di Provinsi Aceh. Saya dan Bu Yodi berkesempatan sharing materi di Kelas Angkatan 1 PPTK yang di fasilitasi oleh BLK Banda Aceh.  Pelatihan Pelatih di tempat kerja ini berjalan selama 5 hari dari tanggal 19-23 Mei 2019 & di akhiri dengan Ujian Kompetensi 2 hari dari tanggal 24-25 Mei 2019.

Selama menjalankan pelatihan kami sebagai Mentor yang membimbing peserta sangat senang sekali karena melihat antusias peserta di dalam mengikuti pelatihan tersebut. Peserta berusaha untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan mempraktekan semua materi dengan harapan dapat mengikuti Ujian Kompetensi dan mendapatkan hasil KOMPETEN. Para Pelatih yang sudah dinyatakan Kompeten dapat berperan aktif untuk pengembangan SDM khususnya di Provinsi Aceh.

-Pesan dan Kesan Peserta Pelatihan-

  1. Syahril Kiram, SE (Instruktur di LPK LPT-PROFCOM Meulaboh, Aceh Barat dan Ketua DPD Forum PLKP Prov. Aceh)Pelatihan Pelatih/Mentor Pemagangan luar biasa dengan Narasumber yg kompeten dibidangnya. Materi pelatihan sangat membantu Pelatih/Mentor di LPK maupun di Industri dalam menyusun program pelatihan yang bermutu. Trims kepada Narasumber yang sangat sabar menghadapi perilaku peserta. Kesabaran yg ditunjukkan akan menjadi contoh bagi Pelatih/Mentor dalam mendidik peserta didiknya.
  2. Rahmadi,S.Sos (Ketua PKBM Maju Bersama Tangse, Pidie, Aceh)Saya sangat senang dengan pelatihan ini mentor ini. Saya dapat bertemu dengan banyak sekali hal-hal baru. Teman baru, pengalaman dan pengetahuan baru. Disini saya juga memperoleh ilmu yang sangat berharga yang dapat saya implementasikan dalam pelatihan-pelatihan kedepannya. Saya berharap agar pelatihan seperti ini dilaksanakan setiap tahun, agar dapat terus menciptakan mentor-mentor yang berkompetensi tinggi.
  3. Donny Renaldo (Pimpinan LPK Mandiri Servis, Aceh Barat)Hari-hari yang penuh kesan. Di sana kami banyak diajarkan cara hidup. Arti dari persahabatan, kekompakan ,loyalitas dan yang pasti kerja keras. Dengan mentor yang sangat penyabar dan baik hati. Dengan dukungan rekan-rekan semua, kegiatan ini terkesan seperti ikatan moral antara narasumber dan peserta. Bahkan ini bisa dibilang ikatan cinta. Terimakasih Bu Rini, terimakasih Oma, terimakasih Dek Fitri, terimakasih pak ketua, terima kasih Pak Rahmadi dan terimakasih rekan semua yang telah mendukung kegiatan ini dan yang paling utama TERIMA KASIH UNTUK BLK sebagai pelaksana dan dengan adanya pelatihan ini kami semakin yakin, ACEH semakin KOMPETEN.Salam saya, DONNY RENALDO, asal ACEH BARAT.

MAHASISWI MKM PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH INSTRUKTUR KURSUS KOMPUTER, LKP USWATUN HASANAH, ACEH BESAR